- Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pelemahan rupiah menekan anggaran operasional proyek infrastruktur nasional akibat tingginya biaya impor material.
- Pemerintah menanggapi pembengkakan biaya dengan mengoptimalkan bahan baku lokal serta beralih menggunakan konstruksi jalan beton atau rigid pavement.
- Kementerian PU menargetkan peningkatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri hingga 70 persen pada APBN 2027 mendatang.
Suara.com - Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang kian perkasa terhadap mata uang rupiah mulai memicu efek domino pada sektor riil di dalam negeri.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, blak-blakan mengakui bahwa depresiasi nilai tukar rupiah saat ini telah memberikan tekanan finansial yang cukup berat terhadap pembiayaan operasional proyek infrastruktur nasional.
Dody menjelaskan, pembengkakan anggaran tersebut paling dirasakan pada pos-pos pengadaan fisik konstruksi yang rantai pasoknya masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap komponen maupun material dari luar negeri (impor).
Beberapa komponen vital proyek yang mengalami kenaikan biaya produksi di antaranya meliputi tarif sewa alat berat, pengadaan komoditas aspal, hingga pasokan material baja.
"Sampai hari ini sih memang kita sangat terdampak ya. Saya bilang jujur sangat terdampak pada hal-hal yang berkaitan dengan sewa alat berat, kemudian impor aspal, dan juga sebagian juga baja. Baja karena kan ada sebagian masih kita impor gitu ya," ungkap Dody dalam sesi media briefing di Kantor Kementerian PU, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut, Dody memaparkan bahwa eskalasi beban anggaran ini tidak terlepas dari posisi nilai tukar dolar AS yang pergerakannya di pasar spot sempat merangsek naik mendekati level Rp17.600.
Kondisi makroekonomi yang kurang menguntungkan ini memaksa lini manajemen proyek di lapangan untuk memutar otak agar kalkulasi biaya sisa proyek tidak melampaui pagu anggaran yang ditetapkan.
Sebagai langkah penyelamatan instan untuk meredam pembengkakan biaya, Kementerian PU kini tengah berupaya keras mengoptimalkan penggunaan bahan baku substitusi yang diproduksi oleh industri lokal di dalam negeri.
"Itu sangat terdampak dan kami mencoba memaksimalkan, mengoptimalkan bahan-bahan substitusi di lokal," tambahnya.
Baca Juga: Warga Bintaro-Ciledug Wajib Cek! Ada Rekayasa Lalu Lintas Besar-besaran Imbas Proyek Pipa
Kurangi Aspal, Garap Rigid Pavement
Kementerian PU telah merumuskan sejumlah langkah taktis mitigasi guna memutus ketergantungan pada rantai pasok luar negeri. Untuk menekan penggunaan baja impor, pemerintah berkomitmen menggenjot penyerapan produk dari pabrikan baja domestik.
Sementara untuk menyiasati mahalnya harga aspal impor, Kementerian PU membuka opsi perombakan teknis pada desain struktur jalan di sejumlah proyek, yakni dengan mengalihkan konstruksi ke model perkerasan kaku atau jalan beton (rigid pavement).
"Terutama untuk baja, untuk aspal ya kita memang kalau sudah ini ya terpaksa kita menggunakan rigid pavement. Aspalnya kita kurangi," tegas Dody.
Dody tidak menampik bahwa hantaman fiskal pada sektor konstruksi ini sangat sulit dihindari karena dipicu oleh sentimen gejolak geopolitik dan ekonomi global.
Kendati ruang fiskal bergerak dinamis akibat kurs dolar AS yang tinggi, ia memastikan seluruh proyek pembangunan yang masuk dalam skala prioritas nasional dipastikan tidak akan mangkrak dan tetap bergulir sesuai target.
Menatap proyeksi jangka panjang, Kementerian PU bakal memperketat regulasi penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada setiap lelang proyek infrastruktur baru.
Hal ini disiapkan sebagai benteng pertahanan ekosistem konstruksi nasional agar tidak mudah goyah oleh fluktuasi valuta asing di masa mendatang.
"Insyaallah di APBN 2027 program-program prioritas utama presiden bisa tetap kami jalankan walaupun dengan dolar yang tinggi dan kami akan lebih mengutamakan nilai-nilai TKDN di atas 60-70 persen," pungkas Dody.
Berita Terkait
-
Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Dalam Film Tumbal Proyek, Nyawa Buruh Lebih Murah dari Beton
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya
-
Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul
-
Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?
-
BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya
-
IHSG Terkoreksi di Tengah Isu Turun Kelas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
-
Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 pada Juni 2026, BI: Masyarakat Masih Optimistis
-
IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan
-
BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ
-
Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam