Bagi penyuka drama kolosal bertema kerajaan, mengunjungi Istana Gyeongbokgung bisa membuat mereka ditarik kembali ke masa Joseon, apalagi jika berkeliling sambil mengenakan hanbok. Jika tidak punya banyak waktu, mengunjungi beberapa bangunan pun tidak kalah menyenangkan.
Setelah melewati dua gerbang, ialah Geunjeongjeon Hall yang menyambut pengunjung Gyeongkbokgung. Seperti namanya yang berarti "pemerintahan yang tekun", Geunjeongjeon menjadi tempat pemimpin Joseon menjalankan urusan negara, termasuk penobatan raja.
Di depan Geunjeongjeon, terdapat plaza berlantai batu yang menjadi lokasi seremoni kerajaan. Pada masa Joseon, Choi menjelaskan, para pejabat akan berbaris sesuai dengan tingkatan saat upacara penobatan raja berlangsung di plaza itu.
Geunjeongjeon Hall baru dibangun sekitar tahun 1867, namun dibakar pada tahun 1950-an.
Beranjak ke sebelah kiri Geunjeongjeon, wisatawan bisa melihat Sujeongjeon Hall, salah satu kantor pemerintahan. Dulu di lokasi itu, berdiri Jiphyeonjeon, bangunan tempat cendikiawan membuat aksara dan sistem penulisan Hangeul, yang dikembangkan dari aksara China.
Hangeul dikembangkan pada masa pemerintahan Raja Sejong, yang memerintah pada 1418 sampai 1450.
Banyak bangunan di sekitar Sujeongjeon yang dihancurkan oleh Jepang sekitar tahun 1915 karena Gyeongbokgung menjadi tempat pameran produk Korea.
Tepat di depan Sujeongjeon Hall, bangunan Gyeonghoeru Pavilion berdiri dengan megah di tengah kolam besar. Paviliun itu diperbesar dan ditambah kolam sekitar tahun 1412.
Sayangnya, Gyeonghoeru juga dilalap api pada 1592 dan baru dibangun kembali pada 1867.
Pada masanya, paviliun itu digunakan sebagai tempat jamuan kerajaan dan tempat raja menerima utusan asing.
Jika ingin melihat seperti apa dapur kerajaan, kunjungi dapur utama Gyeongbokgung yang bernama Sojubang. Dapur itu terdiri dari tiga tempat, masing-masing untuk menyiapkan makanan bagi para raja dan ratu, tempat memasak makanan untuk jamuan atau upacara kerajaan dan tempat membuat kudapan khusus bagi raja.
Istana Gyeongbokgung buka setiap hari, kecuali Selasa. Pada musim panas, Juni hingga Agustus, Istana itu buka mulai pukul 09.00 sampai 18.30 waktu setempat.
Gunakanlah sepatu yang nyaman untuk berkeliling Istana Gyeongbokgung dan bawalah air minum supaya tubuh tetap terhidrasi selama berwisata. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi
-
Data Kemenag: Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS, 1 Syawal 1447 H Masih Tunggu Sidang Isbat
-
Soroti Perbedaan Inisial Pelaku Air Keras Andrie Yunus, Ubedilah Badrun: Koordinasi TNI-Polri Kacau
-
Kejutan Jelang Lebaran 2026: BYD Atto 1 Sukses Asapi Penjualan LCGC Sejuta Umat
-
Lewatkan Suntik Vitamin K Setelah Lahir, Bayi Ini Alami Kebocoran Otak Permanen
-
Sentuhan Hangat Bupati Bogor: Undang Anak Yatim dan Berdayakan PKL di Lebaran Akbar Pakansari
-
Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Buntut Bangkai Cicak di MBG Siswa: SPPG Citamiang Resmi Disegel Pusat
-
Jelang Sidang Isbat: MUI Ingatkan Potensi Lebaran Berbeda, Umat Diminta Tak Saling Menyalahkan