Sami Salem, seorang imam di Masjid Magliana di Roma, merasa resah dengan adanya RUU yang mengusulkan pembatasan salat.
Menurutnya, RUU tersebut dengan jelas mendiskriminasi umat Islam dan tidak menghormati Konstitusi Italia yang melindungi semua warga negara yang tinggal di Italia.
Izzeddin Elzir, seorang imam dari komunitas Muslim di provinsi utara Florence, juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait legalitas RUU tersebut.
Koalisi sayap kanan yang saat ini berkuasa di Italia telah mengajukan RUU yang bertujuan untuk membatasi kegiatan salat hanya dapat dilaksanakan di masjid. Jika RUU tersebut disahkan, ratusan tempat ibadah yang tidak secara resmi dikategorikan sebagai masjid berisiko ditutup. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyatakan bahwa RUU tersebut akan menargetkan ruang salat yang tidak berada di dalam masjid.
Selain itu, salat berjamaah di organisasi-organisasi budaya Muslim juga dapat dilarang jika tidak memiliki persetujuan resmi.
"Selama dekade terakhir, kita telah menyaksikan perkembangan yang luas dari asosiasi promosi sosial, yang secara de facto memiliki fungsi umum atau eksklusif dalam mengelola tempat ibadah bagi komunitas Muslim di bangunan yang tidak memenuhi persyaratan perkotaan, struktural, dan keamanan yang diperlukan," demikian bunyi bagian pembukaan RUU tersebut.
RUU tersebut saat ini sedang diperdebatkan di komite lingkungan Kamar Deputi, yaitu majelis rendah parlemen Italia. Fabrizio Rossi, seorang anggota parlemen dari partai sayap kanan Brothers of Italy (Persaudaraan Italia), menyatakan bahwa pusat-pusat kebudayaan harus memperoleh izin jika ingin menggunakan ruang mereka untuk salat.
Rossi, yang merupakan penggagas RUU tersebut, berasal dari partai yang sama dengan Perdana Menteri Giorgia Meloni. Dia mengklaim bahwa RUU tersebut akan menghormati kebebasan beragama setiap individu yang dilindungi oleh Konstitusi Italia. Sementara itu, anggota parlemen dari oposisi telah mengritik RUU tersebut.
"Di Italia, terdapat banyak paroki dan oratorium yang berada di bangunan-bangunan yang tidak mematuhi peraturan perkotaan dan pada kenyataannya, bangunan-bangunan tersebut tidak ditutup," ujar Angelo Bonelli, seorang anggota the Greens and Left Alliance.
Baca Juga: 3 Sisi Negative Penggunaan Tusuk Gigi untuk Membersihkan Sisa Makanan
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta