News / Nasional
Kamis, 09 April 2026 | 12:24 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu. [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]
Baca 10 detik
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah memantau dampak kenaikan harga komoditas global terhadap sektor energi dan industri dalam negeri.
  • Pemerintah tengah menyiapkan berbagai skema antisipasi guna menekan lonjakan harga bahan baku plastik serta kebutuhan pokok masyarakat.
  • Pemerintah mengakui upaya mengatasi dampak geopolitik global membutuhkan proses panjang melalui pencarian sumber pasokan baru yang strategis.

Suara.com - Pemerintah terus memantau dampak kenaikan harga komoditas global yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor di dalam negeri, termasuk bahan baku plastik. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah tengah menyiapkan berbagai skema untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat dinamika geopolitik global.

"Yang terjadi dinamika di tempat lain itu akan memengaruhi di tempat kita dan memengaruhi banyak sektor. Kalau tadi kita bicara sektor BBM, maka banyak komoditas lain juga ikut terdampak, salah satunya masalah plastik," ujar Prasetyo di di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Pras mengatakan pemerintah terus memantau intensif perkembangan harga komoditas dunia yang berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat Indonesia, termasuk bahan baku industri, energi, dan kebutuhan pokok.

"Kami pemerintah terus-menerus setiap hari memonitor seluruh komoditas yang terkena dampak terhadap kenaikan-kenaikan harga di dunia," kata Pras.

Terkait skema khusus untuk menekan harga, Prasetyo mengatakan pemerintah masih membahas berbagai opsi yang memungkinkan. Ia menilai penyelesaian kenaikan harga komoditas global tidak bisa dilakukan secara instan.

"Itu skema-skema sedang kita terus diskusikan. Menyelesaikannya tidak serta-merta mudah," kata Pras.

Sebagai contoh, Pras menjelaskan bahwa upaya mengamankan pasokan minyak membutuhkan proses yang tidak sederhana, termasuk mencari sumber baru yang sebelumnya belum menjadi mitra pasokan Indonesia.

“Ini kan butuh waktu. Tapi yang pasti adalah kita mencari terus skema-skema untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan yang kemudian terdampak akibat dari situasi geopolitik," ujarnya.

Baca Juga: Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

Load More