Tradisi atau kepercayaan-kepercayaan dari nenek moyang seolah menjadi kunci selamat dalam kehidupan masa kini.
Tak heran, jika masih ada daerah yang mempercayai dan terus melestarikan tradisi tersebut. Salah satunya yaitu Bali.
Disini, tradisinya masih sangat kental sekali. Bahkan untuk urusan bangunan rumah saja, mereka masih mempertahankan kepercayaan dari nenek moyang.
Salah satu rumah adat Bali yang sukses membuat penasaran soal filosofinya adalah 'Bale Manten'. Seperti yang diketahui, Manten dalam bahasa Jawa diartikan sebagai pengantin.
Lantas, apa maksud dibalik penamaan kata 'Bale Manten' ya? Apakah rumah tersebut khusus didesain untuk ditempati para pengantin baru? Yuks langsung kita bahas aja dibawah!
Jadi, Bale Manten merupakan salah satu bagian yang ada dalam Rumah Adat Bali. Bale Manten biasanya diperuntukkan bagi kepala keluarga atau anak perempuan yang belum menikah.
Tujuan rumah adat ini dibangun sebagai bentuk perhatian keluarga kepada anak gadis agar kesuciannya tetap terjaga.
Ciri khas dari rumah adat Bale Manten adalah memiliki bentuk bangunan persegi panjang yang terletak di sebelah utara bangunan utama.
Saat ini, desain Bale Manten sudah dimodifikasi menjadi rumah adat modern Bali.
Baca Juga: Viral Video Bule Berhubungan Intim di Disebut di Pantai Canggu, Ini Tanggapan Polda Bali
Bangunan Bale Manten diwajibkan untuk menghadap ke sebelah utara, berbentuk persegi panjang dan terdapat bale-bale di sebelah kanan dan kirinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta