Otomotif / Mobil
Kamis, 09 April 2026 | 16:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT. VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026
Baca 10 detik
  • Prabowo targetkan produksi mobil sedan listrik massal pada 2028.
  • Pabrik perakitan bus dan truk listrik di Magelang resmi beroperasi.
  • Indonesia bersiap transisi dari konsumen menjadi produsen mobil listrik.

Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menancapkan visi besar bagi industri otomotif dan teknologi nasional dengan menargetkan produksi mobil sedan listrik secara massal pada tahun 2028.

Langkah ambisius ini menandai fase transisi penting bagi Indonesia, yang perlahan mulai melepaskan ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil dan beralih ke ekosistem kendaraan ramah lingkungan.

Visi Prabowo ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah tonggak sejarah baru dalam mewujudkan kemandirian energi dan teknologi di Tanah Air, khususnya dalam pengembangan inovasi mobil listrik buatan dalam negeri yang memanfaatkan kekayaan sumber daya alam nikel.

Pernyataan strategis tersebut diungkapkan oleh Kepala Negara saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial bertenaga setrum milik PT VKTR Sakti Industries yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026).

Kehadiran fasilitas manufaktur canggih ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem elektrifikasi di Indonesia sudah mulai terintegrasi dengan baik dari sektor hulu hingga hilir.

Pabrik ini difokuskan untuk merakit kendaraan niaga seperti bus dan truk, yang kelak menjadi tulang punggung logistik serta transportasi publik masa depan yang lebih hijau.

Melihat fasilitas yang beroperasi dengan standar otomasi tingkat tinggi tersebut, rasa optimisme terhadap kemajuan industri otomotif nasional dipastikan semakin meningkat.

Kemampuan sumber daya manusia lokal dalam merakit kendaraan komersial nir emisi menjadi lompatan teknologi yang patut diapresiasi oleh berbagai pihak, terutama kalangan profesional, insinyur, dan pemerhati teknologi.

"Jadi hari ini, saya sangat gembira, saya sangat bangga, kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk listrik. Ini sangat-sangat penting," ujar Presiden.

Baca Juga: 7 Sepeda Listrik dengan Fitur Fast Charging Terbaik, Cocok untuk Bepergian Harian

Keberhasilan memproduksi kendaraan komersial listrik berbobot besar ini diyakini menjadi fondasi teknis yang kuat untuk merambah segmen kendaraan penumpang (passenger car) yang lebih luas dan kompetitif.

Secara teknis, pengembangan kendaraan niaga berkapasitas besar memerlukan spesifikasi baterai tingkat lanjut serta manajemen suhu sasis yang jauh lebih rumit dibandingkan kendaraan kecil.

Oleh karena itu, loncatan menuju tahap perakitan kendaraan roda empat pribadi sejatinya bisa direalisasikan dalam waktu singkat melalui berbagai penyesuaian teknis dan peningkatan daya komputasi presisi.

Presiden Prabowo Subianto meninjau pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT. VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026

"Dan, memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi besar-besaran mobil sedan dari listrik," lanjutnya.

Bagi kelompok usia produktif 25 hingga 40 tahun, pergeseran tren otomotif ini tentu membawa dampak perluasan ekonomi dan pembaruan teknologi yang sangat signifikan.

Adopsi elektrifikasi otomotif bukan lagi sekadar tren gaya hidup masa kini, melainkan wujud nyata integrasi sistem mobilitas cerdas.

Load More