5. proporsional dan skala,
6. kronologis dan prosesi pembangunan,
7. kejujuran struktur dan
8. kejujuran pemakaian material.
Cara Penataan Lahan
Asta Kosala Kosali, merupakan pengetahuan arsitektur tradisional Bali yang berisikan tentang cara penataan lahan untuk tempat tinggal dan bangunan suci. Penataan bangunan biasanya menggunakan anatomi tubuh manusia (dalam hal ini pemilik rumah atau pekarangan). Pengukuran didasarkan pada ukuran tubuh, tidak menggunakan satuan internasional, antara lain:
1. Acengkang/alengkat : diukur dari ujung telunjuk sampai ujung ibu jari tangan yang direntangkan)
2. Agemel : diukur keliling tangan yang dikepalkan
3. Aguli : diukur ruas tengah jari telunjuk
Baca Juga: Liburan Asik Tanpa Cuan, Ini 6 deretan Wisata Gratis di Bali
4. Akacing : diukur pangkal sampai ujung jari kelingking tangan kanan
5. Alek : diukur pangkal sampai ujung jari tengah tangan kanan
6. Amusti : diukur ujung ibu jari sampai pangkal telapak tanga yang dikepalkan
7. Atapak batis : diukur sepanjang telapak kaki
8. Atapak batis ngandang : diukur selebar telapak kaki
9. Atengen Depa Agung : diukur dari pangkal lengan sampai ujung jari tangan yang direntangkan
10. Atengen Depa Alit : diukur dari pangkal lengan sampai ujung tangan yang dikepalkan
11. Auseran : diukur dari pangkal ujung jari telunjuk yang ditempatkan pada suatu permukaan
12. Duang jeriji : diukur lingkar dua jari (jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan)
13. Petang jeriji : diukur lebar empat jari (telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking) yang dirapatkan
14. Sahasta : diukur dari siku sampai pangkal telapak tangan yang dikepal
15. Atampak lima : diukur selebar telapak tangan yang dibuka dengan jari rapat
Hal-hal tersebut diatas merupakan pijakan bagi masyarakat Bali dalam melaksanakan pembangunan karena kepercayaan masyarakat bahwa berpedoman pada konsep pengetahuan Asta Kosala Kosali dalam membuat bangunan (pemilihan lahan, pemilihan bahan, menentukan dimensi dan ukuran bangunan proporsional sesuai skala ukuran tubuh pemilik rumah disertai dengan ritual upakara dan hari baik) maka dipercaya akan terjadi keseimbangan kehidupan penghuni rumah dengan lingkungan di sekitar pekarangan.
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Review Film The Get Out: Konflik Berdarah Pemilik Klub Malam dan Kartel
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Anjlok Semua, Ikutan Tren Global
-
5 HP Kamera OIS yang Lagi Naik Daun di 2026, Nomor 1 Bikin Kaget!
-
Bukan Cuma Bakar Kalori, Ini 5 Alasan Mengapa Bulu Tangkis Bikin Tubuh Lebih Bugar
-
5 Sepeda City Bike Termurah, Mulai Rp1 Jutaan untuk Keliling Kota hingga Berangkat Kerja
-
Stunting yang Dipelihara: Saat Mitos Gizi Lebih Dipercaya daripada Sains
-
Resmi Melantai di BEI, Emiten PRDL Incar Dana Rp62,75 Miliar
-
Shangri-La Frontier Season 3 Resmi Tayang Januari 2027, Rilis Teaser PV Baru
-
Rasisme Cederai Sportivitas Sepak Bola, Menang Tak Harus Menghina Lawan