Ibu Kota Kalimantan Timur, Samarinda menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang bersejarah.
Hal itu lantaran Kota Samarinda menjadi wilayah yang memiliki asal usul lekat dengan salah satu kerajaan di Indonesia, yaitu Kerajaan Kutai Kertanegara.
Kota ini memiliki luas 718 km persegi dan dilewati oleh sungai terbesar kedua di Pulau Kalimantan yakni Sungai Mahakam.
Lantas bagaimana sejarah Kota Samarinda dan asal usul namanya?
Sejarah Kota Samarinda
Sebelum menjadi Samarinda, sebelumnya kawasan tersebut termasuk ke dalam wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara.
Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri pada tahun 1300 M di Kutai Lama, kawasan di hilir Sungai Mahakam dari arah tenggara Samarinda.
Kerajaan Kutai Kartanegara menjadi daerah taklukan (vasal) dari Kerajaan Banjar yang semula bernama Kerajaan Negara Dipa, saat dipimpin oleh Maharaja Suryanata.
Di sejarah Kota Samarinda, dijelaskan bahwa pusat Kerajaan Kutai Kartanegara di Kutai Lama semula berada di Jahitan Layar.
Baca Juga: Pilu, Ashanty Mengaku Hampir Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Orang Terdekat saat SMP
Namun berpindah ke Tepian Batu pada tahun 1635, dan pindah lagi ke Pemarangan (Jembayan) pada tahun 1732, lalu berakhir di Tenggarong sejak tahun 1781 hingga 1960.
Penduduk awal yang mendiami Kalimantan bagian timur adalah Suku Kutai Kuno yang disebut Melanti termasuk ras Melayu Muda (deutro Melayu).
Ras tersebut adalah hasil pencampuran ras Mongoloid, Melayu, dan Wedoid yang migrasi dari Semenanjung Kra pada abad ke-2 Sebelum Masehi (SM).
Pada abad ke-13 Masehi atau tahun 1201-1300, sebelum dikenal nama Samarinda, sudah ada perkampungan penduduk di enam lokasi.
Di antara lokasi tersebut adalah Pulau Atas, Karang Asam, Karamumus (Karang Mumus), Luah Bakung (Loa Bakung), Sembuyutan (Sambutan) dan Mangkupelas (Mangkupalas).
Adanya enam kampung tersebut tercantum dalam manuskrip surat Salasilah Raja Kutai Kartanegara yang ditulis oleh Khatib Muhammad Tahir pada 30 Rabiul Awal 1265 Hijriyah (24 Februari 1849 M).
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir
-
Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia