Suku Kutai dan Dayak adalah salah satu suku asli yang berdiam di Pulau Kalimantan. Menurut sejarah, kedua suku ini dulunya adalah serumpun.
Dikutup dari Jurnal Stekom, awalnya Kutai bukanlah sebuah suku tetapi nama tempat dan nama Kerajaan yang berada di Kalimantan.
Kemudian, Kutai menjadi nama suku akibat dari politik kepentingan penguasa saat itu yang berambisi menyatukan dua kerajaan.
Raja saat itu adalah Maharaja Aji Batara Agung Dewa Sakti Kertanegara dari Jahitan Layar yang berasal dari Kutai lama, ingin menyatu dengan Kerajaan Kutai Martadipura yang berasal dari Muara Kaman.
Kemudian selama kekuasaan Kertanegara, sebagian masyarakat asli Borneo yang biasa disebut dengan Masyarakat Dayak akhirnya bertransformasi menjadi Masyarakat Kutai.
Mereka yang berada di wilayah Kekuasaan Kerajaan Kertanegara diharuskan mematuhi peraturan penguasa setempat.
Sementara yang menolak dan memiliki kesempatan melarikan diri akhirnya masuk ke pedalaman dan tetap menjadi Masyarakat Dayak.
Versi lain menyebutkan bahwa istilah dayak juga bukan merupakan nama suku karena istilah dayak merupakan nama pemberian para kolonial Belanda untuk menghina masyarakat.
Sementara tradisi lisan di setiap keluarga masyarakat Kutai mengatakan bahwa leluhur mereka berasal dari negeri Cina, mirip dengan tradisi lisan masyarakat Dayak Kenyah.
Baca Juga: Syahnaz Tak Terima Jeje Disalahkan Karena Memilih Bertahan
Sehingga ada anggapan bahwa Kutai ini adalah persatuan dari banyak subsuku masyarakat Dayak dalam rangka mencari identitas baru.
Perbedaannya adalah Suku Kutai yang merupakan rumpun suku Dayak Ot Danum ini mendiami wilayah Kalimantan Timur yang mayoritas saat ini beragama Islam dan hidup di tepi sungai.
Sedangkan suku Dayak menempati pulau Kalimantan saat melakukan ekspansi di Pulau Borneo dan merupakan suku pedalaman yang tinggal di dekat aliran sungai di dalam hutan.
Untuk itu, banyak suku Dayak yang dikenal dengan kebudayaan maritim atau bahari.
Hal itu lantaran mereka memiliki pekerjaan untuk nelayan di huluan sungai dalam mencari bahan baku makanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Senne Lammens Bahagia Dapat Pujian dari Edwin van Der Sar
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS
-
Ibu Tiri Bohong di 2024, Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Usut Kasus Kematian Nizam
-
Cuaca Ekstrem Terjang Serang, Atap Dapur Makan Bergizi Gratis di Mancak Ambruk
-
Main Borgol Berujung Apes, Tangan Remaja di Bondowoso Terkunci hingga Dievakuasi Damkar!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora
-
Shutter Dipuji Mahakarya Horor Asia, Bagaimana Versi Indonesia yang Lagi Tayang di Netflix?
-
Curhat Pemain Muslim Jalani Puasa Ramadan di Tengah Kerasnya Liga Jerman