Cikal bakal dari peradaban manusia di Kota Samarinda rupanya berawal dari sebuah sungai yang menjadi saksinya.
Dari pertimbangan aliran sungai, orang-orang bugis Wajo yang dipimpin oleh Lamohang Daeng Mangkona hijrah dari kerajaan Gowa ke daerah kerajaan Kutai.
Kemudian, orang Bugis Wajo itu menetap di sekitar muara Karang Mumus atau anak dari Sungai Mahakam sebagai pemukiman baru mereka.
Dari pemukiman di muara alisan Sungai Karang Mumus lah cikal bakal dari Kota Samarinda lahir.
Dikutip dari laman Kemendikbud, Sungai Karang Mumus menjadi salah satu anak Sungai Mahakam yang membelah kota Samarinda ke arah utara.
Sungai Mahakam sendiri merupakan sungai terpanjang di Indonesia, setelah sungai Barito.
Anak sungai Karang Mumus merupakan sarana transportasi penting di Kota Samarinda.
Hal itu karena anak sungai itu telah menggerakkan sektor ekonomi, sosial dan budaya serta akses menuju kota-kota lainnya di Kalimantan Timur.
Oleh karena itu, di sekitaran Kawasan Karang Mumus terdapat banyak peninggalan bangunan-bangunan kuno bersejarah.
Baca Juga: Pakaian Raja dan Bangsawan di Kaltim yang Terlupakan
Kala itu, di masa kemerdekaan sekira tahun 1944-1950, di sekitar Sungai Karang Mumus tepatnya di sepanjang jalan Pangeran Suriansyah dan Yos Sudarso banyak dibangun rumah-rumah kuno yang terbuat dari papan.
Pembangunan rumah tersebut karena ada banyak pendatang dari etnis Tionghoa dengan tujuan untuk berdagang.
Lokasi Samarinda pada kala itu menjadi pusat bandar Kerajaan Kutai atau menjadi tempat titik kumpul para pedagang dari arah Hulu Mahakam dan Hilir Mahakam.
Terlebih melihat letaknya yang cukup strategis dari sisi ekonomi, Kampung Pecinan pun menjadi pusat perputaran ekonomi.
Hingga kini, bangunan peninggalan etnis Tionghoa masih bisa dijumpai seperti Klenteng Thien Ie Kong dan bangunan toko yang memiliki gaya arsitektur khas China.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo