Bubur pedas atau bubbor paddas merupakan salah satu makanan tradisional khas Sambas, Kalimantan Barat. Makanan ini sejenis bubur yang menjadi makanan khas orang Melayu.
Bubur pedas ini juga populer di kalangan orang Melayu di Sarawak, Malaysia.
Biasanya mereka menyajikan bubur pedas ini selama bulan Ramadhan dan disantap saat berbuka puasa.
Menurut cerita masyarakat, bubur pedas Sambas berasal dari Suku Melayu yang menempati wilayah Singkawang, Pontianak dan sekitarnya.
Bubur pedas yang terbuat dari beras tumbuk halus ini dulunya merupakan makanan khusus para raja.
Bubur Sambas hanya akan dimasak pada acara kerajaan maupun acara adat yang sangat sakral.
Bahkan saat jaman perang, bubur pedas juga dibuat untuk menghemat biaya makanan saat rakyat di Kabupaten Sambas berperang melawan penjajah.
Kala itu, stok makanan sangat sedikit dan menipis, sehingga rakyat Sambas berinisiatif membuat makanan tanpa harus banyak mengeluarkan biaya, caranya dengan membuat bubur.
Meski mengandung kata pedas, tetapi rasa bubur ini tidak terlalu pedas.
Baca Juga: Luna Maya Jadi Pembaca Nominasi dengan Arya Saloka, Netizen Nyinyir: Seperti Jalan Sama Supirnya
Lantas bagaimana cara membuat bubur pedas ini? Berikut penjelasannya:
Bahan-bahan
500 gram beras, cuci bersih, tiriskan
200 gram kelapa parut
300 gram tetelan sapi atau daging ayam
10 lonjor kacang panjang, potong-potong
2 buah wortel, potong dadu
100 gram ubi jalar, potong dadu
2 ikat kangkung, potong-potong
100 gram tauge
100 gram rebung, diiris tipis-tipis
3 ikat pakis, ambil daun dan pucuknya, iris tipis-tipis
100 gram daun kesum, diiris tipis-tipis
2000 cc air
Bumbu
4 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
4 cm lengkuas, memarkan
6 butir bawang merah, haluskan
2 siung bawang putih, haluskan
2 buah cabai merah, haluskan
1/2 sendok teh merica, haluskan
200 gram kacang tanah, goreng
100 gram ikan teri goreng
Bawang goreng
Kecap manis
Jeruk limau
Sambal cair dari cabe rawit
Cara membuat
1. Sangrai beras sampai kekuning-kuningan, tumbuk halus
2. Sangrai kelapa parut, tumbuk halus
3. Siapkan air, rebus tetelan hingga matang dan masukkan bumbu halus, daun salam, serai, lengkuas. Aduk-aduk.
4. Tambahkan beras tumbuk, aduk-aduk
5. Masukkan wortel, kacang panjang, kangkung, ubi jalar, pakis dan daun kesum. Aduk-aduk, masak dengan api kecil hingga matang, angkat.
6. Sajikan bersama bahan pelengkap untuk taburan seperti kacang tanah, ikan teri, bawang goreng, kecap, sambal, dan jeruk limau sesuai selera masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang
-
Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD