Membuat minuman khas Bali, Es Kuwut terbilang cukup mudah dan praktis. Kalian hanya perlu menyiapkan bahan-bahan seperti kelapa muda, melon, selasih dan jeruk nipis. Semua bahan-bahannya bisa didapatkan dengan mudah.
Dengan membuat sendiri, kalian juga bisa mengatur manis tidaknya. Seperti menambahkan sirup sesuai selera.
Es kuwut Bali sendiri diketahui memiliki energi sebesar 156,90 Kalori dengan kandungan 34.60 gr karbohidrat, 0.60 gr protein, 2.40 gr lemak, dan 1.00 gr serat.
MInuman menyegarkan yang memiliki rasa manis sekaligus asam ini juga cocok dikonsumsi saat Ramadhan. Tak heran jika banyak sekali yang berjualan Es Kuwut di pinggir jalan untuk melepas dahaga saat berbuka puasa.
Dibalik praktis cara membuatnya dan rasanya yang segar dimulut, Es kuwut ini ternyata menyimpan manfaat untuk kesehatan tubuh lho!
1. Di dalam es kuwut terdapat air kelapa muda yang baik untuk kesehatan. Kandungan elektrolit, nutrisi, dan senyawa lain di dalam air kelapa muda dinilai bisa membawa beragam khasiat bagi tubuh, mulai dari mencegah dehidrasi hingga membuat kulit awet muda.
2. Mengembalikan elektrolit dan nutrisi yang hilang, sehingga minuman ini cocok sekali untuk melepas dahaga usai berpuasa.
3. Meningkatkan metabolisme tubuh dan mempercepat pemulihan setelah berpuasa.
4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan kandungan antioksidan dari kelapa muda.
Baca Juga: Putri Anne dan Arya Saloka Rayakan Ulang Tahun Anak
5. Serutan melon yang ada di dalam es kuwut ini mengandung natrium dan kalium yang dapat menurunkan sekaligus menstabilkan tekanan darah dalam tubuh.
6. Asupan vitamin C yang cukup tinggi pada es kuwut membantu memperbaiki dan memelihara jaringan kulit, sekaligus melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.
Es Kuwut ini mengajarkan arti pentingnya menjaga hubungan sosial, mempererat ikatan keluarga, dan membangun kerjasama.
Kata ‘Kuwut’ ini berasal dari bahasa lokal yang berarti kelapa. Karena bahan dasarnya dari kelapa maka tercetuslah nama Es Kuwut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial