Suara.com - Ketua Tim Formatur Program Sekolah Rakyat Prof. Mohammad Nuh menyampaikan peran Kepala Sekolah menjadi salah satu kunci keberhasilan program Sekolah Rakyat. Oleh karena itu, penting melakukan monitoring terhadap kinerja Kepala Sekolah Rakyat.
“Sehingga mohon betul, monitoring terhadap kinerja, pendampingan terhadap Kepala Sekolah, pengembangan terhadap Kepala Sekolah dan seterusnya, ini bukan kegiatan diskret, yang kadang-kadang, tapi kegiatan yang terus menerus secara berkala,” kata Prof Nuh dalam Rapat Evaluasi Penyelenggaran Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, Kepala Sekolah memiliki peran fundamental karena setiap hari menghadapi kondisi langsung di lapangan. Disamping itu, Prof Nuh menjelaskan Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan menghadirkan output tapi juga impact bagi masyarakat, sehingga respons baik berdasarkan yang dilihat (seeing), dirasakan (feeling), dan dinalarkan (analyzing) oleh masyarakat sangat penting.
“Sehingga tiga satuan itu, satuan seeing, feeling, dan analyzing itu menjadi penting ya. Meskipun tampaknya (Sekolah Rakyat) bagus sekali begitu, orang juga senang, tapi kalau nalarnya tidak dapat, pada kelompok tertentu tidak dapat itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof Nuh juga menyoroti terkait optimalisasi penggunaan anggaran, supaya dalam penggunaannya dapat lebih efisien namun memberikan dampak yang maksimal. Bahkan anggaran hasil efisiensi tersebut juga bisa digunakan untuk keperluan lain yang bermanfaat.
“Nah optimasi yang kita maksudkan adalah proses yang sekarang menjadi tanggung jawab kita, optimalkan betul, jangan sampai kita terbuai dengan taruhlah kesanjungan yang diberikan oleh negara, oleh pemerintah, seakan-akan apa saja yang kita minta diturutin, tapi kita pun juga sadar betul bahwa anggaran pemerintah pun juga terbatas,” kata Prof Nuh.
Dalam kesempatan ini Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico melaporkan sampai dengan hari ini (9/6), dari 166 Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi selama kurang lebih 11 bulan, terdapat 59 Sekolah Rakyat yang sudah terakreditasi.
“Dari 59 itu, menyusul 37 Sekolah Rakyat rintisan sudah dilakukan visitasi dan insya Allah dalam waktu dekat juga nanti bisa keluar juga, menyusul 70 SR lainnya yang sedang juga dalam proses penjadwalan teman-teman BAN-PDM untuk melakukan proses visitasi di lapangan,” kata Robben Rico.
Kemudian terkait pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 93 titik, terdapat kebutuhan SDM mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan. Untuk kepala sekolah, 166 kepala Sekolah Rakyat rintisan yang sudah eksisting akan tetap bertugas, namun terdapat kebutuhan 33 kepala sekolah baru untuk mengisi lokasi-lokasi Sekolah Rakyat permanen yang sebelumnya tidak ada sekolah rintisan.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat
“Hari ini kita minta ada 99 kandidat di masing-masing lokasi nanti, ada 3 calon usulan dari pemerintah daerah, kepala sekolahnya yang diajukan kepada kita, untuk nanti kita seleksi seperti tahun lalu,” ujar Robben.
Sementara itu, terkait kebutuhan tenaga kependidikan dan guru, saat ini sedang berlangsung proses rekrutmen, dengan kebutuhan 5.127 tenaga kependidikan, 3.053 guru mata pelajaran dan kelas, serta 331 guru agama.
“Hari ini sedang proses pendaftaran, dan nanti statusnya adalah P3K untuk penggajian dan kawan-kawannya, nanti masuk menjadi pegawai dari Kementerian Sosial,” pungkasnya.
Sebagai informasi, rapat turut dihadiri Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, serta pejabat terkait lainnya. ***
Berita Terkait
-
Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat
-
Pembangunan Sekolah Rakyat di Bali Dikebut, Gus Ipul Tekankan Akselerasi
-
Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat
-
Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong
-
Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN
-
Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?
-
Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat
-
Dipecat dari TNI, Hakim Sebut Dua Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus Khianati Rakyat
-
Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus
-
Vonis Banding, Kerry Adrianto Kena Tambahan Uang Pengganti Rp 10,5 Triliun
-
Namanya Terseret Kasus BGN, Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!
-
Kenaikan BBM Tuai Kritik, DPR Mengaku Tak Pernah Diajak Berdiskusi oleh Pemerintah