Indonesia memiliki banyak misteri cerita legenda yang berkembang di masyarakatnya dan dipercaya hingga kini.
Salah satu misteri tersebut berada di salah satu sungai terpanjang di Indonesia, yakni sungai Kapuas yang berada di Kalimantan Barat.
Rupanya, ada cerita yang berkembang bahwa sungai kapuas ini memiliki seorang 'penunggu'.
Banyak masyarakat masih mempercayai bahwa penunggu di sungai Kapuas adalah sosok yang bernama Puake.
Lantas apa itu sosok Puake dan bagaimana bisa menjadi cerita misteri di Kalimantan Barat?
Dikutip dari berbagai sumber, puaka atau puake ini disebut sebagai sosok bertubuh raksasa yang menunggu kawasan perairan di Indonesia.
Di Kalimantan Barat, sosok ini sering dikaitkan dengan tragedi kecelakaan kapal. Misalnya, karamnya kapal dari pelabuhan Senghie menuju Ketapang beberapa tahun lalu.
Konon, karamnya kapal tersebut disebabkan oleh puake yang mendiami Sungai Kapuas.
Para sejarawan dan budayawan mengungkapkan sebenarnya puake berasal dari bahasa Melayu yang artinya besar atau raksasa.
Baca Juga: 4 Jabatan Syahrul Yasin Limpo Sebelum Jadi Menteri Pertanian
Keberadaan puake sebagai penunggu Sungai Kapuas telah dipercaya sejak dahulu.
Ada sumber mengatakan puake sebenarnya tidak mengganggu, tetapi sumber lain menyebutkan bahwa puake sering kali meminta tumbal.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Kapuas percaya ada beberapa jenis puake, salah satunya adalah puake buaya putih yang disebut sebagai sarassa.
Masyarakat Bansir di Pontianak mengaku percaya dengan puake jenis ini. Mereka menyebut buaya penjaga tersebut sebagai kembaran Mak Tua yang telah meninggal.
Bahkan, beberapa orang pecaya bahwa puake sering muncul pada saat orang-orang yang tinggal di sekitar Sungai Kapuas mengadakan acara pernikahan dan meriam karbit saat takbiran.
Konon, kemunculannya ini dikaitkan dengan peringatan kepada masyarakat untuk mengadakan ritual 'buang-buang', yakni ritual yang melepaskan beberapa benda ke sungai, seperti minyak, telur ayam kampung, benang, paku dan beras kuning.
Namun, sebagian masyarakat Pontianak juga meyakini bahwa puake bukan berwujud buaya, tetapi ular besar dengan kepala di muara sungai dan ekor di hulu sungai.
Sumber lain mengatakan bahwa sebagian masyarakat juga ada yang memercayai puake berbentuk kura-kura yang disebut sebagai puake biukur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai
-
PV Baru Welcome to Demon School, Iruma-kun Season 4 Ungkap 3 Karakter Baru
-
Xiaomi 18 Bocor Lebih Awal, Siap Tantang Galaxy dan iPhone di 2026
-
NOC Indonesia Umumkan CdM Indonesia untuk Asian Games 2026
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
-
Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun
-
Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara
-
Nestapa Minyak Jelantah Hitam Pekat demi Menyelamatkan Dompet yang Sekarat
-
Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal
-
Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726