Suara.com - Setiap tahun menyongsong Hari Buruh Sedunia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu mendatangi perusahaan, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Presiden ingin melihat langsung perkembangan dan mendengarkan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh.
"Ini penting," ujar Presiden SBY saat meninjau PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk di kawasan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/4/2014) siang, yang menyempatkan diri makan siang bersama direksi dan karyawan PT Indocement.
Ada dua alasan mengapa Presiden SBY mengunjungi perusahaan dan mengetahui kondisi buruh. Pertama, perusahan itu harus tumbuh. Kedua, jangan lupa untuk memperhatikan tenaga kerja, bukan hanya upahnya tapi juga kesejahteraan karyawan secara menyeluruh.
"Ini kerap jadi isu sosial dan politik. Apalagi kalau para politisi ada yang menjadikannya komoditi politik," kata SBY, seperti dilansir dari laman Presidenri.go.id, Senin (28/4/2014).
Menurut SBY, tidak boleh dipisah antara berkembangnya perusahaan dengan meningkatnya kesejahteraan buruh. Perusahaan menggunakan tenaga terampil agar usaha tumbuh dengan baik, dan ketika bisnis tumbuh baik, maka perhatikan dan tingkatkan juga kesejahteraan buruhnya.
"Keduanya harus seimbang. Perusahaan bukan hanya meningkatkan daya saing tapi juga kesejahteraan karyawannya. Saya kira itu fair. Perlu dijaga harmoninya," lanjut SBY.
Unjuk rasa, lanjut SBY, bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Penyelesaian terbaik adalah kedua pihak duduk bersama menyampaikan keinginannya. "Pemerintah memberikan regulasi agar keduanya mendapat manfaat yang sebesar-besarnya," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
3 Saham Paling Banyak Dibeli pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN
-
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen