Suara.com - Indonesia berhasil menggeser Malaysia dan menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Hal itu diungkapkan Ketua Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Tungkot Sipayung, berdasarkan data Oil World tentang perkembangan pangsa Indonesia dalam produksi minyak sawit dunia.
Pada 1990, produksi sawit Indonesia hanya 22 persen dari produksi dunia, Malaysia 55 persen dan negara-negara lain 23 persen. Sedangkan pada 2010 produksi sawit Indonesia sudah mencapai 48 persen, Malaysia 39 persen, sedangkan negara lainnya 13 persen.
Menurut Tungkot, minyak sawit Indonesia juga telah menjadi penghasil minyak nabati terbesar dunia menggeser minyak kedele.
Pada 1990, minyak kedelai mendominasi penggunaan minyak nabati dunia sebesar 37.39 persen, minyak sawit 25.53 persen, minyak rape 18.94 persen, dan minyak bunga matahari 18,14 persen.
Pada 2008, penggunaan minyak sawit sudah 41.47 persen, minyak kedelai 32.03 persen, minyak rape 17.10 persen, sedangkan minyak bunga matahari 9.4 persen.
"Industri sawit merupakan satu-satunya andalan ekspor Indonesia yang harus dipertahankan dari kampanye negatif negara-negara maju. Produksi minyak nabati mereka dari bunga matahari (sun flower oil), kedelai (soybean) dan rapessed oil tersaingi oleh minyak sawit," katanya.
Sementara itu, Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsyad mengatakan areal kelapa sawit Indonesia pada 2012 mencapai 9.230 juta hektar, produksi CPO 28 juta ton, nilai ekspor 21.3 juta ton atau 23.8 juta dollar Amerika. Sedangkan kebutuhan dalam negeri 10 juta ton.
"Kendala peningkatan produktivitas sawit adalah bibitnya palsu, lahan marginal, pupuk kurang, tanaman tua. Dari sisi rendemen adalah kultur teknis, sortasi, brondolan, kontaminasi. Kendala sisi sosial adalah pendidikan, budaya, adopsi teknologi dan kesempatan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok
-
PBVSI Panggil 16 Pemain untuk AVC Nations Cup dan SEA V League,: RIvan Nurmulki Kembali!
-
Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
-
Siapa Owner Pagi Sore? Miskomunikasi Berujung Ramai Seruan Diboikot Turis Malaysia
-
Jelang Bela Timnas Indonesia, Kevin Diks Cetak Gol dan Masuk Tim Terbaik Bundesliga
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya
-
HOAKS Link KUR BRI di Tiktok dan Instagram, Ini Modus Pelaku Penipuan
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi
-
Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!
-
Rupiah Melemah, Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2,7 Juta per Gram
-
Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'
-
IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok
-
Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram
-
Pertamina Operasikan Kapal Raksasa Pengangkut BBM, Bisa Angkut 160 Ribu KL
-
Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran