Bisnis / Makro
Senin, 26 Januari 2026 | 11:15 WIB
Ilustrasi pembuatan emas (jresources.com)
Baca 10 detik
  • Pasar modal Indonesia mengalami aksi beli masif pada sektor pertambangan logam mulia pada Senin, 26 Januari 2026.
  • Kenaikan saham emiten emas dipicu rekor harga emas dunia yang melampaui US$ 5.000 per troy ons.
  • Dampak kenaikan global menyebabkan harga emas fisik Antam di dalam negeri naik menjadi Rp 2,917 juta per gram.

Suara.com - Pasar modal Indonesia diramaikan oleh aksi beli masif pada sektor pertambangan logam mulia pada sesi I perdagangan, Senin (26/1/2026).

Sejumlah saham emiten emas mencatatkan kenaikan signifikan, menyusul pecahnya rekor sejarah harga emas dunia yang berhasil melampaui level psikologis US$ 5.000 per troy ons pada pagi ini.

Berdasarkan data pasar dari Stockbit, euforia investor terlihat jelas pada beberapa emiten unggulan yang mencatatkan pertumbuhan dua digit hanya dalam waktu setengah hari perdagangan.

Daftar Saham Emas yang Melambung Tinggi

Kenaikan harga komoditas global menjadi angin segar bagi performa saham-saham berikut, berdasarkan pantauan via Stockbit pukul 11.00 WIB.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan drastis sebesar 16%, membawa harga sahamnya ke level Rp 7.200.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Emiten pelat merah ini melejit 13,52% dan parkir di posisi Rp 4.870 per lembar saham.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Saham ini melambung di harga Rp 1.320.

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Turut menanjak 5,43% ke level Rp 2.040.

Baca Juga: IHSG Mulai Merangkak Naik Senin Pagi ke Level 8.967

Pemicu utama reli saham dalam negeri adalah pergerakan harga emas di pasar spot dunia yang terus mendaki hingga menyentuh angka US$ 5.087 per troy ons. Lompatan harga ini merupakan kelanjutan dari tren bullish masif yang terjadi sejak tahun lalu.

Ketidakpastian geopolitik menjadi faktor dominan yang memaksa investor mengalihkan aset mereka ke instrumen safe-haven.

Salah satu isu yang paling menyita perhatian pasar saat ini adalah memanasnya gesekan diplomatik antara Amerika Serikat dan NATO terkait sengketa wilayah Greenland.

Kondisi ini memperburuk sentimen risiko global, sehingga emas menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai aset.

Pada perdagangan hari ini, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga terpantau menguat di level US$ 5.024,60 per ons, menandakan ekspektasi pasar akan harga yang masih tetap tinggi dalam jangka menengah.

Dampak ke Pasar Lokal: Emas Antam dan Pegadaian Ikut Naik

Load More