Suara.com - BUMN pelayaran PT Djakarta Lloyd manargetkan pendapatan perusahaan sebesar Rp30 miliar hingga akhir 2014. Jumlah itu naik sekitar 50 persen dibandingkan 2013 sebesar Rp22 miliar.
"Revenue (pendapatan) kita luar biasa, tahun 2014 sekitar Rp30 miliar," kata Direktur Utama Arham S Torik di sela-sela diskusi yang bertajuk "Menjadi Jembatan Logistik Nasional, Terdepan, Terbaik dan Terpercaya" di Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Arham mengatakan target tersebut dicapai melalui kerja dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara untuk meningkatkan volume angkutan dari satu juta metrik ton (MT) per tahun menjadi 2,5 MT per tahun.
Selain itu, dia mengatakan perusahaan memperoleh pendapatan dari pembebasan atas utang (haircut), yakni Rp450 miliar dari total utang Rp1,3 triliun.
"Pendapatan kita, ada yang riil dan tidak riil, kalau dari keuntungan operasional saat ini Rp22 miliar tahun lalu, 'haircut' Rp450 miliar itu otomatis jadi pembukuan keuntungan kita," katanya.
Arham menyebutkan saat ini pihaknya memiliki pendapatan dua hingga tiga kali lipat dari keuntungan operasionalnya.
Dia mengatakan pihaknya juga akan meningkatkan keuntungan sebesar 70 persen pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut dia, PT Djakarta Lloyd akan menggencarkan kontrak dengan sejumlah BUMN untuk meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan, sehingga utang yang tersisa Rp450 miliar bisa terlunasi.
"Kami sudah punya 'master plan' untuk 18 tahun ke depan, tidak tertutup kemungkinan kalau kreditor mau berunding daripada menunggu hingga 18 tahun, kalau ditawari bayar sekarang Rp1 miliar dia mau, sehingga utang sudah betul-betul kecil sehingga nilainya sudah tidak ada," katanya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan PT Djakarta Lloyd mulai bangkit dari keterpurukannya setelah berhasil melakukan restrukturisasi utang sebesar Rp1,3 triliun kepada kreditur.
“Djakarta Lloyd sudah 15 tahun terpuruk. Sudah saatnya bangkit dan beroperasi kembali,” kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Gedung PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), di Jakarta, Kamis (26/6/2014).(Antara)
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi