Suara.com - Perusahaan-perusahaan besar yang ada di dunia tidak selalu dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) laki-laki. Tak sedikit dari perusahaan-perusahaan tersebut yang memiliki CEO perempuan.
Selain pandai dalam mengelola perusahaan, para CEO perempuan itu juga memiliki paras cantik dan penampilan menawan. Kali ini kita akan membahas para CEO perempuan kelahiran negeri tirai bambu Cina.
Berikut ini adalah 5 CEO perempuan asal Cina yang paling menonjol.
1. Xi Huilin.
Selain cantik, perempuan ini benar-benar menonjol dalam bidang akademik. Betapa tidak, dirinya sudah duduk di perguruan tinggi pada usia 14 tahun. Di umur 19 tahun, Huilin sudah bekerja sebagai dosen universitas.
Huilin memulai petualangannya di dunia bursa Wall Street di usia 21 tahun. Dalam waktu singkat, kekayaannya membengkak menjadi 10 juta Dolar atau setara dengan Rp119 miliar.
Pada usia 27 tahun, Huilin mendirikan sebuah institusi pendidikan jaringan skala besar pertama di Cina. Campus Online Group namanya. Kini, nilai aset yang ia miliki sudah mencapai 600 juta Dolar atau sekitar Rp7,1 triliun.
2. Chen Xiaowei.
Perempuan cantik ini juga pandai luar biasa. Di umur 15 tahun, dia sudah belajar di Kelas Khusus untuk muda-mudi bertalenta di Universitas Sain dan Teknologi Cina. Setelah itu, ia berlabuh ke Universitas Pittsburgh dan meraih gelar Ph.D. dalam bidang biokimianya di situ.
Setelah mengikuti program pasca doktoral di Universitas California, dia kembali ke Cina dan menjadi direktur Telstra dan CEO Orange Sky Entertainment Group.
3. Zhang Qiong.
Perempuan ini juga punya catatan akademik yang tak kalah hebatnya. Zhang adalah lulusan dari Stanford Business School. Ia menjadi salah satu pengacara sekuritas pertama di bawah undang-undang Cina yang baru direformasi.
Saat ini, Zhang menjadi CEO dari Asian Business Consulting Group dan perusahaan penanaman modal Pan-Asian.
4. Dong Siyang.
Dong Siyang pernah belajar di sebuah universitas di Singapura sebelum mengambil gelar MBA di universitas Amerika.
Tag
Berita Terkait
-
Berhenti Menunggu Sempurna! Ini Alasan Mengapa 'Overthinking' Adalah Musuh Terbesar Karier Gen Z
-
Di Balik Stabilitas Metropolitan Land: Strategi Cerdas Diversifikasi Bisnis Properti
-
Profil John Ternus: CEO Apple Anyar Pengganti Tim Cook Dikenal Sebagai Sosok 'Inovator'
-
Tim Cook Bongkar Sosok John Ternus, CEO Apple Baru!
-
Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara