Suara.com - Bank Indonesia menyatakan akan mencetak puluhan juta lembar uang NKRI dalam rangka mempersiapkan penerbitan uang tersebut pada 17 Agustus 2014.
"Untuk uang NKRI tunggu tanggal 17 Agustus, persiapannya sudah semua dan tinggal terbit," kata Deputi Gubernur BI Ronald Waas di Jakarta, Rabu, (16/7/2014).
Ronald mengatakan, untuk tahap awal, Bank Indonesia memang hanya akan mencetak sekitar puluhan juta lembar uang NKRI. Namun, Ronald enggan menyebutkan jumlah uang tersebut secara spesifik.
"Nyetaknya (uang NKRI) juga sudah banyak, kan tidak cuma 1.000 atau 2.000 lembar saja yang dicetak, tapi kita cetak puluhan juta lembar," ujar Ronald.
Ia menuturkan, uang baru NKRI sudah dipesan ke Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri, dan semuanya dicetak dalam bentuk uang kertas.
"Bentuknya uang kertas semua, untuk semua nominal akan dikeluarkan. Dari mulai pecahan Rp1000 sampai dengan Rp100.000," kata Ronald.
Dalam rangka penerbitan uang NKRI itu sendiri, Bank Indonesia akan mengeluarkan aturan terkait uang baru NKRI yang akan diterbitkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Saya rasa kan semua uang yang diterbitkan oleh BI harus ada peraturannya. Nah, BI akan mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) untuk uang NKRI ini," ujar Ronald. (Antara)
Berita Terkait
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun
-
Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
-
Bukan Mendadak! Juda Agung Ungkap Rahasia Tugas Wamenkeu yang Sudah 'Disiapkan' Sejak Jadi Deputi BI
-
Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Dipastikan Asli, Polisi: Cetakan Lama Bank Indonesia
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026