Suara.com - Sejumlah mobil mewah seharga lebih dari Rp400 juta, terpantau ikut mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Harapan Raya, Pekanbaru, Riau untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi.
"Kalau tidak diberikan mereka marah," kata seorang petugas pengisian bahan bakar di SPBU milik swasta itu kepada Antara, Rabu siang (27/8/2014).
Sejumlah mobil mewah yang mengantre untuk mendapatkan solar bersubsidi tersebut di antaranya Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero. Ada juga beberapa mobil milik pemerintah berplat merah yang turut mengantre bersama puluhan truk di pengisian bahan bakar solar.
"Terpaksa harus antre sepanjang ini, kalau tidak nanti bisa tak kebagian 'jatah' solar," kata Anto, pengemudi truk bermuatan bahan bangunan.
Antrean panjang kendaraan khususnya untuk mobil pengonsumsi solar di SPBU itu dikabarkan terjadi sejak pagi, bahkan hingga "mengular" ke jalan utama, mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terganggu.
Di sekitar SPBU itu tidak ada pengawalan atau pengawasan aparat kepolisian, sehingga kerap terjadi kemacetan cukup panjang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?
-
Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas
-
Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027
-
IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM