Suara.com - Pengusaha Bosnia memesan sembilan ton kopi Indonesia dalam pameran perdagangan Trade Expo Indonesia 2014 yang berakhir Minggu (12/10/2014).
Mereka memesan kopi buatan Indonesia dalam jumlah banyak karena kopi lokal mempunyai cita rasa yang unik dan khas dibandingkan kopi dari negara lain.
"Untuk tahap pertama, kami baru mampu memenuhi permintaan pengusaha Bosnia sebanyak sembilan ton, karena hasil kopi petani yang masih kurang memadai," kata Direktur Mutigo Indonesia, Fatmi Woro Dwimartanti.
Ia menjelaskan, ekspor kopi petani lokal ini, merupakan salah satu dampak yang baik dari kegiatan Pameran Trade Expo Indonesia 2014 dimulai pada Kamis (9/10/2014) dan berakhir Minggu (12/10/2014) di Jakarta.
"Mereka tertarik memasarkan kopi lokal ini karena memiliki cita rasa yang unik, tidak ada bandingnya dengan kopi di negara-negara lain penghasil kopi," ujarnya.
Ia mengatakan, ekspor kopi ke negara itu dalam bentuk bijian yang telah diolah atau digoreng petani.
"Kita hanya bisa berharap produksi kopi petani ini semakin meningkat untuk memenuhi permintaan pasar internasional yang tinggi," ujarnya.
Menurut dia, kopi Indonesia banyak tersebar di berbagai wilayah, seperti kopi gayo, jaka ijen, toraja, kalosi, flores yang memiliki cita rasa yang berbeda-beda, jadi keragaman cita rasa kopi tergantung kondisi iklim di masing-masing wilayah.
"Untuk saat ini, kerja sama ekspor kopi menggunakan sistem putus sambung dan belum berani melakukan kerja sama ekspor kopi dalam jumlah banyak karena ketersediaan kopi petani yang terbatas,” jelasnya.
Mutigo Indonesia ini sebagai wadah petani dan pelaku UMKM untuk memasarkan hasil pertaniannya dan produk kerajinan di pasar internasional. Organisasi berstandar internasional ini yang berkantor di Belgia akan memfasilitasi, mencarikan pasar produk dan membantu petani dan UMKM untuk melakukan ekspor produk.
"Petani dan pelaku UMKM tidak perlu lagi memikirkan bagaimana memasarkan produk di pasar internasional, tetapi mereka cukup memikirkan meningkatkan produksi dan kualitas untuk memenuhi permintaan pasar internasional," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan