Suara.com - Salah satu item yang dipermasalahkan para buruh di DKI Jakarta menjelang penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2015 adalah perhitungan item rekreasi yang dinilai hanya Rp1.519 per bulan.
"Kalau demikian, dana untuk rekreasi tersebut cukup untuk dipakai piknik ke mana? Kalau kita mau masuk ke Tugu Monas saja itu tidak akan cukup, apalagi kalau dipakai ke Ancol," kata anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari unsur buruh Dedi Hartono, di Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Menurut dia, perhitungan item rekreasi yang masuk dalam perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL) di Ibu Kota ini nilainya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan wilayah Bogor yakni Rp135 ribu per bulan.
Selain hal tersebut, lanjut Dedi, perhitungan nilai kebutuhan air juga tidak mencerminkan kebutuhan buruh yakni hanya Rp9.360 per bulannya padahal kebutuhan air minum per hari bisa mencapai sekitar dua liter.
"Coba kita cek harga air minum kemasam botol isi 600 mililiter di minimarket, dana perhitungan nilai kebutuhan air tersebut paling hanya cukup untuk membeli tiga botol air saja," katanya.
Menurut dia, item transportasi juga hanya dihitung sebesar Rp5.750 untuk sekali jalan dan realitasnya bisa mencapai Rp7 ribu sekali jalan atau Rp14 ribu per hari untuk pulang pergi atau sekitar Rp420 ribu per bulan.
Oleh karena itu, lanjutnya, buruh di DKI Jakarta menolak perhitungan KHL yang nantinya akan dijadikan dasar penetapan upah minimum provinsi pada 1 November 2014.
"Sehingga kami menuntut adanya sebuah perubahan penyesuaian dan kualitas-kualitas yang harus diperbaiki dalam perhitungan KHL ini," katanya. (Antara)
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar