- Pemerintah Venezuela mengumumkan pembagian dana USD 500 juta dari hasil penjualan minyak yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
- Pendapatan minyak ini akan disimpan di rekening Qatar, memfasilitasi perusahaan Venezuela membeli valas untuk bahan baku.
- Suntikan modal asing ini terjadi setelah AS menyita kapal tanker, menyebabkan ketatnya pasokan dolar di Venezuela.
Suara.com - Empat bank Venezuela bakal guyuran dana segar usai Amerika Serikat (AS) menjual hasil minyak. Hal ini diumumkan oleh pemerintah tersebut bahwa mereka akan membagi USD 500 juta atau sekitar Rp 8,4 triliun.
Adapun, dana pendapatan minyak ini akan disimpan di rekening di Qatar. Hal ini untuk memungkinkan Amerika untuk menjual dolar kepada perusahaan-perusahaan Venezuela yang membutuhkan valuta asing untuk membayar bahan baku,
Dilansir dari Reuters, Minggu, 18 Januari 2026, suntikan modal asing ini terjadi setelah berminggu-minggu pasokan dolar semakin ketat, karena AS menyita kapal tanker minyak Venezuela dan memukul aliran pendapatan utama negara itu.
Pasalnya, perusahaan-perusahaan Venezuela perlu mengimpor bahan baku yang telah lama dengan harus menukar bolivar lokal mereka. Setelah dihasilkan dari penjualan minyak dan melalui transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit asing di dalam negeri.
Dalam hal ini, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan bahwa pendapatan yang berasal dari penjualan minyak akan disalurkan melalui bank sentral.
"Pendapatan tersebut akan sampai ke bank-bank swasta melalui mekanisme pasar valuta asing,"katanya.
Sementara itu, AS mengatakan pekan ini bahwa mereka telah menyelesaikan penjualan minyak Venezuela senilai 500 juta dolar AS. Hal iini dari kesepakatan USD 2 miliar yang dicapai bulan ini setelah penggulingan Presiden Nicolas Maduro dan pelantikan pemimpin sementara Rodriguez.
Selain itu, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan menjual antara 30 juta dan 50 juta barel. Sebuah sumber industri yang mengetahui rencana tersebut mengatakan rekening utama untuk transaksi tersebut berada di Qatar.
Dolar tersebut kemudian dapat dijual kepada perusahaan-perusahaan di Venezuela sesuai pedoman bank sentral. Apalagi, Pemerintah Venezuela mulai mengizinkan penggunaan mata uang kripto yang terkait dengan dolar seperti USDT, di pasar pertukaran pada paruh kedua tahun 2025.
Baca Juga: BSI Gelontorkan Pembiayaan Rp 51,78 T ke UMKM Hingga November 2025
Hal ini diputuskan setelah AS mengeluarkan lisensi terbatas kepada Chevron untuk mengekspor minyak mentah tetapi melarang pembayaran kepada pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?