- Korean Air mencatat laba turun signifikan akibat pelemahan won terhadap USD serta kenaikan biaya operasional.
- Pendapatan maskapai naik 13 persen pada kuartal keempat, didorong kuat oleh permintaan penumpang Jepang dan China.
- Korean Air akan tingkatkan penjualan luar negeri dan fleksibilitas kargo untuk mengimbangi pelemahan mata uang won.
Suara.com - Maskapai Korean Air melaporkan laba yang diperoleh anjlok hampir 20 persen. Hal ini karena melemahnya won terhadap USD ditambah melonjaknya biaya mengurangi margin.
Dengan adanya penurunan nilai won itu, laba operasional turun 19 persen menjadi 1,54 triliun won.
Sedangkan, laba bersih turun lebih tajam lagi sebesar 21 persen menjadi 965 miliar won. Perusahaan menjelaskan bahwa inflasi terus mendorong kenaikan biaya di seluruh bisnis.
"Pada kuartal keempat, ketika pendapatan naik 13 persen secara tahunan menjadi 4,55 triliun won dan laba bersih melonjak 13 persen menjadi 284 miliar won, baik bisnis penumpang maupun kargo berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan," kata seorang pejabat Korean Air dilansir Koreaherald, Minggu (18/1/2026).
Meski begitu, perusahaan mencatat pendapatan penumpang naik 217,1 miliar won menjadi 2,59 triliun won. Hal ini, didorong oleh permintaan yang kuat untuk perjalanan ke Jepang dan China.
Sedangkan, lalu lintas di rute Amerika Utara tetap stagnan di tengah aturan yang lebih ketat dan persaingan yang lebih ketat di rute Pantai Barat.
Sementara, pendapatan kargo naik 35,1 miliar won menjadi 1,23 triliun won, karena meredanya ketidakpastian atas pembicaraan tarif AS-China, pengiriman e-commerce yang stabil, dan permintaan musiman akhir tahun yang kuat membantu menstabilkan pendapatan.
Menjelang tahun baru, Korean Air mengatakan akan meningkatkan penjualan luar negeri untuk mengimbangi won yang lemah dan permintaan keluar yang lebih rendah, dan memperluas kapasitas pada hari-hari puncak sekitar Tahun Baru Imlek pada bulan Februari untuk meningkatkan margin.
Di bidang kargo, maskapai ini berencana untuk mendiversifikasi portofolionya dan mengoperasikan pesawat kargo secara lebih fleksibel di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
"Persaingan akan semakin ketat seiring dengan pulihnya kapasitas penumpang global lebih cepat, bahkan ketika ketidakpastian kebijakan meningkat di seluruh dunia. Kamuberencana untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi dan, dengan membangun persiapan sistematis untuk maskapai penerbangan terintegrasi, terus menawarkan layanan terbaik," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Cari Dana Segar Buat Produksi Film dan Ekspansi, Emiten RAAM Mau Siapkan Rights Issue
-
Niatnya Self-Love, Kok Malah Insecure? Ini Jebakan di Balik Main Character Energy
-
Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?
-
Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar
-
5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas
-
Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir
-
Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
-
Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur