Suara.com - Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla mengatakan konektivitas darat dan laut yang terintegrasi dengan baik bisa mencegah inefisiensi ekonomi nasional.
Jusuf Kalla mengatakan inefisiensi tersebut berakar pada biaya logistik yang terlampau tinggi karena tidak terjaminnya konektivitas darat dan laut antardaerah yang jaraknya jauh.
"Kalau di Jawa tidak ada penghubung ke Sulawesi, maka harga hasil bumi atau produk-produk Jawa akan mahal di Sulawesi," katanya.
JK menambahkan konektivitas yang tidak memadai tersebut akan berdampak pada kesejahteraan rakyat yang berbeda-beda di setiap daerahnya.
"Kita sebagai negara kepulauan mempunyai dua makna pokok, bagaimana negara yang banyak pulau ini tercipta kesatuan ekonomi dan rakyatnya. Kalau tidak tingkat kesejahteraan rakyatnya berbeda-beda, sehingga dibutuhkan konektivitas," katanya.
Menurut dia, jika tingkat kesejahteraan rakyat semakin berbeda di setiap daerahnya maka akan berpotensi menimbulkan konflik. JK menyebutkan sejak Indonesia merdeka telah terjadi 15 konflik, contohnya DI/TII dan gerakan OPM.
Dia mengatakan urgensi konektivitas laut harus segera diwujudkan karena luas wilayah Indonesia sebesar 70 persen adalah wilayah laut, salah satunya dengan tol laut.
JK menjelaskan tol laut bertujuan mengembangkan ekonomi dan poros maritim sebagai basis konektivitas produksi dan pemasaran antardaerah dan pulau.
"Kita manfaatkan posisi kita sebagai poros antara Asia Timur dan Asia Barat," katanya.
Dia berharap dengan adanya tol laut bisa menurunkan biaya logistik, sehingga harga komoditas barang atau produk tidak terlampau jauh di setiap daerahnya.
Selain itu, dia mengimbau kekayaan alam dari laut Indonesia harus betul-betul dimanfaatkan dan jangan membiarkannya terampas oleh asing.
"Kita harus jaga dengan baik kekayaan laut kita, dan diekspor dengan baik. Kita sering berbicara kita kerugian karena 'ilegal fishing' sekian ratus triliun, itu tidak benar, kita tidak pernah tanam atau ternakan. Salahnya kita, tidak pernah ambil, maka orang yang ambil karena kalau tidak diambil mati sendiri," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
-
RI Gandeng China Kembangkan Energi Terbarukan dan Pembangkit Listrik dari Gas
-
Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Stok BBM Wilayah Timur RI Terjamin Usai RDMP Balikpapan Terintegrasi TBBM Tanjung Batu
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Saham-saham Komoditas Jadi Penyelamat, IHSG Kembali ke Level 8.948
-
Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Tiket Pesawat
-
Airlangga Klaim Indonesia Resmi Swasembada Solar, Tak Perlu Impor Lagi
-
Jurus Purbaya Ciptakan Indonesia Emas 2045 lewat Ekonomi