Suara.com - Untuk kali pertama dalam empat dekade terakhir, Jepang membuat pesawat jet dengan penumpang. Mitsubishi Heavy Industries adalah perusahaan yang membuat pesawat jet tersebut dan merupakan kontraktor militer dengan produk pesawat Zero pada Perang Dunia II.
Pesawat jet berpenumpang itu diperkenalkan kepada publik, Sabtu (18/10/2014) dan diberi nama Mitsubishi Regional Jet (MRJ). Pesawat itu irit bahan bakar dan merupakan generasi terbaru dari pesawat yang bisa memberikan kenyamanan dan harga yang murah.
Pesawat itu akan rampung dibuat pada 2017 dan proses pembuatannya dibantu oleh perusahaan pembuat pesawat terbesar di dunia Boeing. Perkenalan pesawat jet buatan Mitsubishi itu dilakukan di kota Nagoya, Jepang.
“Program MRJ telah mengalami kemajuan terutama rancangan aerodinamisnya serta mesin yang akan memotong konsumsi bahan bakar secara signifikan, suara dan juga emisi. Pesawat ini bisa membantu maskapai untuk lebih kompetitif dan menguntungkan di masa depan,” kata Teruaki Kawai, Presiden Mitsubishi Aircraft.
Pembuatan pesawat jet berpenumpang ini merupakan episode terbaru dari industri penerbangan di negara itu. Jepang terakhir kali membuat pesawat pada 1962 yaitu YS-11 Turboproop. Satu dekae berikutnya, industri pembuatan pesawat terbang di Jepang berhenti. Jepang dilarang membuat pesawat terbang oleh Amerika sebagai konsekuesni atas kekalahan mereka di Perang Dunia II. (CNA/AFP)
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI
-
Sinopsis Midnight Taxi, Drama Jepang yang Dibintangi Furukawa Kotone
-
Viral Pedofil WN Jepang di Indonesia: Lecehkan WNI, Sebarkan Penyakit Menular Seksual
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara