Suara.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Energi Sumatera Utara Johan Brien menyambut gembira langkah Menteri Negara BUMN Rini M. Soemarno dan PT PLN (Persero) yang akan menambah pasokan listrik untuk kawasan Sumatera Utara dalam waktu dekat.
Sebelumnya Menteri BUMN Rini M. Soemarno menegaskan mesin pembangkit gas turbin atau GT 1.2 di Belawan yang sebelumnya disita Kejaksaan Negeri Sumut untuk barang bukti perkara pembangkit yang kini diperkarakan di pengadilan, akan dioperasikan kembali segera.
Pembangkit listrik GT 1.2 yang berkapasitas sebesar 120 Megawatt (MW) ditambah kapasitas turbin uapnya yang sebesar 60 MW, akan bisa membantu defisit listrik sebesar 200 MW lebih. Operasional mesin pembangkit itu dijadwalkan dilakukan pada awal tahun 2015 setelah tuntas perbaikan.
Selain dari pembangkit tersebut, PLN akan mengupayakan tambahan sekitar 210 MW yang diperoleh dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Inalum serta sekitar 80 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu, yang saat ini tengah diucjicoba.Apabila PLTU sudah beroperasi penuh, maka kapasitasnya akan bisa mencapai 2x220 MW. Hal ini sesuai dengan potensi bisnis di Sumatera Utara yang sangat banyak sekali.
“Tentunya dengan meningkatnya ketersediaan listrik maka akan meningkatkan perekonomian daerah Sumatera Utara maupun nasional”, kata Johan Brien, dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Senin (10/10/2014).
Dengan pasokan listrik yang diproduksi dari PLN di wilayah tersebut, akan sangat mendukung dunia usaha di Sumatera Utara, khususnya kota Medan. Johan menjelaskan dunia usaha di Sumatera Utara, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM), yang sangat bergantung pada listrik dari PLN, tentu akan sangat terbantu dan bisa makin berkembang.
Dengan pasokan listrik yang stabil, tentunya proses produksi menjadi lebih stabil dan memiliki daya saing yang tinggi, karena pasokan listrik sebagai hal penting dalam proses produksi. “Yang terpenting adalah perekonomian Medan bisa semakin maju, tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia seperti Riau atau Palembang,” Johan menambahkan.
PLN mengupayakan tambahan pasokan listrik untuk Sumatera Utara dengan mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu dan PLTA Inalum. Bahkan kedua pembangkit tersebut juga menjadi tumpuan sumber listrik bagi masyarakat. Johan juga mengatakan, sudah seharusnya Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di negeri kita bisa dimaksimalkan untuk kelistrikan yang bisa menunjang perekonomian.
Berita Terkait
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Benarkah PLTU Krisis Batu Bara hingga Jawa-Bali Terancam Gelap Gulita?
-
Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN
-
Pemadaman Listrik di Jawa Jadi Alarm Ketahanan Energi: IESR Soroti Ketergantungan pada Batu Bara
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026