PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI yang berada di area positif merupakan salah satu respon positif investor terhadap kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM bersubsidi.
"Pergerakan harga saham di bursa merupakan sebuah ekspektasi. Pasca kenaikan BBM, ada ekspektasi positif dari pelaku pasar saham terhadap ekonomi Indonesia ke depan," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Samsul Hidayat.
Pada sesi penutupan perdagangan, Rabu (19/11/2014), Indeks Harga Saham Gabungan menguat 18,6 poin atau (0,3 persen) ke posisi 5.121,113. Di sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat menembus posisi tertinggi di level 5.140 setelah dibuka pada level 5.114 di pembukaan, Rabu pagi.
Volume perdagangan 5,6 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp5,4 triliun dan frekwensi 234.513 kali. Ada 185 saham yang naik, 120 saham turun dan 78 saham stagnan. Bertahannya IHSG di zona hijau masih merupakan imbas dari kenaikan harga BBM yang diterapkan pemerintah.
Menurut Samsul, dipangkasnya subsidi BBM yang cenderung konsumtif dan dialihkan ke sektor yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan dapat mendorong ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.
"Secara keseluruhan dampak dari BBM itu akan baik untuk ekonomi Indonesia dan pasar modal ke depannya, meski dalam jangka pendek akan mendorong inflasi namun diperkirakan hanya jangka pendek," ucapnya.
Sementara itu, Indeks Nikkei 225 di Tokyo ditutup turun 0,32 perse, setelah bank sentral Jepang mengakhiri pertemuannya dengan para pembuat kebijakan memangkas ekspektasi inflasi mereka, tetapi menunda pelonggaran baru meskipun perekonomian tergelincir ke dalam resesi.
Indeks acuan Nikkei turun 55,31 poin menjadi 17.288,75, sedangkan indeks Topix dari semua saham papan utama ditutup hampir datar, naik 0,12 persen, atau 1,66 poin, menjadi 1.396,54.
Sementara itu, saham-saham di Hongkong ditutup 0,66 persen lebih rendah pada Rabu, meskipun Wall Street mencetak rekor penutupan tertinggi baru menyusul data ekonomi kuat dari Jerman dan Amerika Serikat.
Indeks Hang Seng merosot 155,86 poin menjadi 23.373,31 dengan nilai transaksi sebesar 65,13 miliar dolar Hong Kong (8,40 miliar dolar Amerika).
Di Cina daratan, indeks komposit Shanghai turun 0,22 persen, atau 5,38 poin, menjadi 2.450,99 dengan nilai transaksi 167,1 miliar yuan (27,3 miliar dolar Amerika). (RTI/AFP/Antara)
Berita Terkait
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Harga BBM Naik, Gaya Hidup Tetap Jalan: Tanda Pola Konsumtif Sulit Lepas?
-
Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026