Suara.com - GIC, perusahaan pengelola dana pensiun di Singapura menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Grup Rajawali untuk berinvestasi sebesar 500 juta dolar Amerika atau sekitar Rp6 triliun di sektor properti di Indonesia.
Kerja sama itu akan mengeksplorasi sejumlah sektor termasuk gedung perkantoran, ritel, perumahan dan juga sejumlah proyek campuran. Fokus utamanya adalah pembangunan properti di sentra bisnis di Jakarta.
Sebelumnya, Grup Rajawali sudah sukses bekerja sama dengan GIC dalam pembangunan Capital Palace, sebuah perkantoran dengan kategori A di pusat jantung Jakarta.
“Kami dengan bangga mempererat kerja sama dengan Rajawali, salah investor terdepan di Indonesia . GIC yakin dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan dan kami yakin bisa menciptakan nilai-nilai melalui akuisisi aset di lokasi utama dan juga manajemen aset yang aktif,” kata Mr Loh Wai Keong, Co-Head GIC Real Estate di Asia. (Channelnewsasia)
Berita Terkait
-
Investasi Properti di Asia Pasifik Tumbuh, Negara-negara Ini Jadi Incaran
-
Potensi Cuan Besar, Investasi Properti Berbasis Koperasi Masih Belum Dimanfaatkan
-
Alasan Investasi Properti di Lampung, Lebih Untung Pakai KPR BRI
-
Menko Airlangg: RI Tujuan Investasi Properti Terbaik di Dunia
-
Tips Investasi Properti Biar Bisa Cuan untuk Jangka Panjang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
PGN dan REI Kolaborasi Bangun Jaringan Gas di Proyek Properti Nasional
-
Gaspol Tangani Pascabencana Aceh, Menteri PU: Tak Boleh Ada Daerah Terisolir
-
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
-
Targetkan Pertumbuhan 2026, Avrist Assurance Perkuat Sinergi Lintas Lini Bisnis
-
Dihantui Ancaman 'Perang', Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan
-
Daftar Saham di BEI yang Meroket Usai Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar
-
Askrindo Akselerasi Transformasi Bisnis dan Digital Demi Perkuat Ekosistem UMKM
-
Jelang APCAT Summit 2026, Kemendagri Soroti Tantangan Industri Tembakau hingga Regenerasi Pimpinan
-
Harga Emas Naik 80 Persen dalam Satu Tahun, Ini Penyebabnya
-
Rupiah Masih Kokoh Menguat Senin Pagi ke Level Rp 16.784