Baru beberapa hari dilantik menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto langsung membuat langkah terobosan. Ia akan memangkas jumlah direksi perusahaan minyak plat merah itu, yang saat ini berjumlah sembilan orang.
"Pemerintah ingin meningkatkan efisiensi ke depan. Peningkatan efisiensi itu, sekarang pemerintah masih menempatkan 4 orang," kata Dwi saat ditemui usai mengikuti Pertamina Eco
Run, Minggu (30/11/2014) di kantor pusat Pertamina, Jakarta.
Mantan Dirut PT Semen Indonesia ini mengungkapkan, kebijakan ini tidak kaku. Empat direksi lama Pertamina yang tetap dipertahankan akan melakukan kajian, dan menurut Dwi masih dibutuhkan tambahan direksi lagi. Yang pasti dalam menjalankan tugasnya, Dwi akan dibantu oleh tiga direksi yang juga baru ditunjuk yaitu Yenni Andayani, Ahmad Bambang, dan Arief Budiman.
"Pemerintah memberikan kesempatan kepada empat direksi ini untuk melakukan review , dan nanti mengusulkan berapa kebutuhannya. Dalam review kami berempat, memang membutuhkan tambahan," ungkapnya.
Meski ada tambahan, Dwi menegaskan, jajaran direksi Pertamina tidak akan mencapai sembilan orang. Dwi memperkirakan cukup tambahan tiga orang lagi, sehingga nantinya akan menjadi tujuh direksi saja.
"Tidak sebanyak yang dulu ada sembilan. Mungkin kita akan usulkan tiga orang lagi. Ini kita akan tunjukkan ke semua karyawan bahwa kita efisien," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Bahlil Ungkap Stok BBM Lebaran di Tengah Ancaman Krisis Energi Timur Tengah
-
Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!
-
Menhub Prediksi Pergerakan Mudik Mulai Terasa Sejak 13 Maret
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
-
Tepis Isu Krisis Batubara di PLTU Jelang Lebaran, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman!
-
Menhub Resmi Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Operasi Berlaku Hingga 30 Maret