Suara.com - Emirsyah Satar rencananya akan menggelar konferensi pers untuk mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Kamis (11/12/2014). Namun, agenda tersebut batal.
"Iya (dibatalkan). Hari ini ada rapat internal dulu," ujar Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto di Jakarta.
Kendati demikian, kata Pujobroto, Emirsyah dipastikan tetap hadir di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Garuda Indonesia yang dilaksanakan besok, Jumat, 12 Desember 2014.
"Ditunggu saja, besok beliau (Emirsyah) hadir di RUPSLB. Akan disampaikan mengenai pengunduran diri ini," katanya.
Selama menjabat Dirut Garuda, menurut Pujobroto, Emirsyah sukses. Emirsyah menjabat sebagai orang nomor satu di Garuda Indonesia sejak Maret 2005.
"Dari 49 armada, sekarang kami punya 150. Lalu kami sekarang melayani 600 penerbangan dalam sehari. Terus berkembang," kata dia.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Garuda Indonesia akan menggelar RUPSLB besok. Agendanya untuk merombak direksi.
Nama pengganti Emirsyah akan dibahas dalam RUPSLB. Menurut kabar sudah ada dua nama calon pengganti Emirsyah, yang masing-masing berasal dari dalam dan luar perseroan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan