Suara.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Tanjungmoawa, Sumatera Utara, menyalurkan klaim sebesar Rp77 miliar untuk 17.092 kasus selama tahun 2014.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tanjungmorawa, Rasidin, Senin, mengatakan klaim tersebut secara terperinci terdiri dari Jaminan Hari Tua (JHT) 8284 kasus sebesar Rp67,6 miliar, Jaminan Kematian (JK) 262 kasus sebesar Rp3,9 miliar dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 8.546 kasus dengan nilai klaim sebesar Rp5,5 miliar.
"Rincian Jaminan Kecelakaan Kerja, untuk kasus Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) 1466 kasus, cacat Fungsi 37 kasus, cacat sebagian 45 Kasus, cacat total 2 kasus, meninggal kecelakaan Kerja 19 kasus," katanya saat menerima kunjungan Komisi B DPRD Deliserdang.
Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk wilayah Deliserdang hingga saat ini sebanyak 654 perusahaan yang mempekerjakan 39.636 orang.
Ketua Komisi B DPRD Deliserdang Simon Sembiring mengatakan pihaknya siap melakukan inspeksi kepada perusahaan "bandel" yang melakukan pelanggaran BPJS Ketenagakerjaan.
"Sanksi atas pelanggaran BPJS saya kira cukup tegas dan jelas, tetapi masih banyak perusahaan yang melanggar BPJS Ketenagakerjaan, kita siap sidak dan turun ke perusahaan untuk memastikan kesejahteraan buruh," katanya.
Dia mengatakan, pihaknya bersedia bekerja sama dengan BPJS dan bila dipandang perlu bersedia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait BPJS Ketenagakerjaan.
"Akan kita bahas di komisi, ini merupakan agenda penting untuk dituntaskan di Deli Serdang," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah
-
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air
-
Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas