Suara.com - Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menegaskan, peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, di Sumatera Utara (Sumut), akan menjadikan KEK itu sebagai role model bagi KEK lain di seluruh Indonesia. Berbagai indikator untuk menjadi role model telah terpenuhi dalam KEK Sei Mangkei.
“Dengan peresmian KEK Sei Mangkei yang akan dicanangkan Presiden Jokowi, Selasa, besok (27/1/2015), akan menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai role model bagi KEK lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Gatot dalam siaran persnya, yang diterima suara.com, Senin (26/01/2015).
Gatot memastikan, bahwa secara prinsip Pemerintah Provinsi Sumut akan menjadi ujung tombak percepatan beroperasinya KEK Sei Mangkei. Apalagi, operasional KEK Sei Mangkei akan terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pendukung utama jalur distribusi antar kedua lokasi tersebut. Khususnya, yang berbasis pada kelapa sawit, karet dan potensi perkebunan di Sumut. Sekaligus, kata Gatot, kedua lokasi industri itu akan menjadi penggerak perekonomian Sumut.
“Semua pihak terkait di Sumut, dipastikan akan memberikan pelayanan prima bagi KEK Sei Mangkei. Sehingga akan menambah daya tarik investasi di KEK Sei Mangkei sekaligus menjadi promosi tersendiri bagi investasi-investasi yang lain,” terang Gatot.
Data pemerintah mencatat, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengamanatkan, bahwa KEK Sei Mangkei harus telah beroperasi secara resmi 3 tahun sejak peraturan pemerintah tersebut ditetapkan. Atau paling telat, pada tanggal 27 Februari 2015 KEK Sei Mangkei harus dinyatakan secara resmi beroperasi.
“Bahkan, kami menyatakan KEK Sei Mangkei beroperasi 1 bulan lebih cepat dari tenggat waktu yang ditetapkan,” ungkap Gatot.
Gatot menambahkan, sedikitnya terdapat 5 indikator yang dimiliki KEK Sei Mangkei sehingga layak menjadi role model bagi KEK lain di Indonesia.
Pertama, kesiapan infrastruktur di dalam kawasan. Kedua, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi administrator KEK dan Badan Usaha Pengelola KEK. Ketiga, perangkat pengendali administrasi yang meliputi pelimpahan kewenangan dan sistem pengelola kawasan atau peraturan-peraturan dalam kawasan. Keempat, sudah masuknya investor bahkan telah beroperasi di dalam KEK Sei Mangkei. Dan kelima, KEK Sei Mangkei diresmikan oleh Presiden Jokowi.
Saat ini, kata dia, PT Unilever menjadi investor pertama yang telah berinvestasi di KEK Sei Mangkei. Karena itu, pihaknya akan terus meningkatkan upaya promosi bagi daya tarik investasi lain berskala nasional dan internasional di dalam kawasan KEK Sei Mangkei.
“Intinya, kita sepakat dan setuju bahwa KEK Sei Mangkei yang leading di depan. Karenanya, saya harap itu terus dipertahankan, sehingga menjadi role model bagi KEK lainnya di Indonesia dan mampu menarik banyak investor lain ke dalam KEK Sei Mangkei,” tandas Gatot.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah
-
Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan
-
Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025