Suara.com - Presiden Joko Widodo ingin mengevaluasi dan mempelajari mekanisme penyaluran beras untuk warga miskin melalui Perum Bulog sehingga dalam waktu dekat Presiden akan meninjau kondisi perdagangan beras.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil setelah mendampingi Presiden Jokowi bertemu dengan pimpinan bank-bank BUMN di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/2/2015), mengatakan Presiden ingin mempelajari penyaluran beras langsung ke rakyat miskin.
"Pak Jokowi ingin lihat saja bagaimana penyaluran Bulog. Bulog akan menunjukkan apa yang dilakukan temasuk 300 ribu ton raskin dan operasi pasar (OP). Jadi masyarakat jangan khawatir," kata Sofyan.
Ia mengatakan pemerintah sudah menggelontorkan sebanyak mungkin yang dibutuhkan sehingga diharapkan kebutuhan pasar terpenuhi.
Menurut dia, hal terpenting saat ini adalah menjaga pasokan dan permintaan tetap terjamin seimbang.
"Spekulan akan rugi kalau pertahankan beras, disaat pemerintah suplai beras. Mereka berpikir pemerintah tak akan serius suplai beras. Tapi kalau suplai sekarang cadangan 1,4 juta ton kalau perlu keluarkan sebanyak mungkin. April akan dapat dari panen raya lagi. Kalau perlu cari jalan lain untuk dapatkan cukup stok," katanya.
Ke depan, ia mengatakan, pemerintah akan memikirkan sistem terbaik untuk menyalurkan beras kepada rakyat miskin yang membutuhkan.
"Ke depan kita pikirkan. Dan sedang dilakukan exercise. Selalu ada ruang untuk memperbaiki sistem," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Memahami Arsitektur Pasar Kripto Indonesia: Antara Bursa Kripto CFX dan ICC
-
Industri Kripto Tumbuh, Ini Daftar Anggota Bursa Kripto CFX per Februari 2026
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880