Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan akan melakukan 4 langkah untuk percepatan pembangunan kelistrikan di Tanah Air.
"Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjadi solusi pemerintah untuk mengurangi kendala program percepatan pembangunan listrik di Indonesia," kata Sudirman dalam diskusi energi bettema "Darurat Listrik Daerah: Bagaimana Pemerintah Mempercepat Program 35.000 MW bersama dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha di Jakarta, Minggu (1/3/2015).
Menurut Sudirman, langkah pertama yang perlu diambil adalah memberlakukan UU No 2/ 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Pemda harus membantu pembebasan lahan.
"Saya meminta nanti pemerintah bisa ikut serta dalam menyelenggarakan pembebasan lahan," kata Sudirman.
Selanjutnya, langkah kedua, terkait negoisasi harga dengan menetapkan harga patokan tertinggi untuk Independent Power Producer (IPP). Ketiga, pemerintah akan berusaha menunjuk dan memilih IPP tanpa harus melalui tender.
"Percepatan dengan tinjuk langsung dan pemilihan langsung untuk energi baru terbarukan (EBT), mulut tambang, gas marginal, dan eskpansi," katanya.
Langkah terakhir terkait dengan proses perizinan yang akan dioptimalkan melalui pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota.
"Semua proses perizinan yang di pusat bisa langsung ke BKPM dan di sana juga ada kementerian-kementarian yang terkait dengan proses pembangunan pembangkit listrik, misalnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN
-
IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun
-
Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi