Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi bergerak melemah sebesar lima poin ke level Rp13.030 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.025 per dolar Amerika.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan bahwa munculnya data Amerika Serikat mengenai kenaikan jumlah pekerja di luar sektor pertanian hingga turunnya angka pengangguran membuat spekulasi kenaikan suku bunga acuan Amerika (Fed fund rate) kembali muncul.
Akibatnya, mata uang dunia termasuk rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika.
"Sentimen positif dari dalam negeri bagi rupiah pasca data cadangan devisa Indonesia per akhir Februari 2015 yang naik menjadi sebesar 115,5 miliar dolar Amerika atau setara dengan Rp1.501,5 triliun (kurs Rp13.000 per dolar Amerika) cenderung meredup oleh sentimen the Fed," kata Reza.
Kendati demikian, menurut dia, sentimen positif domestik mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang masih cukup baik dalam jangka panjang akan kembali menopang mata uang rupiah.
"Untuk sementara laju rupiah cenderung terkena imbas global, ke depan potensi pembalikan arah ke area positif masih terbuka bagi rupiah," katanya.
Analis Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Guntur Tri Hariyanto menambahkan bahwa terjadinya deflasi pada Januari dan Februari 2015 ini, memunculkan harapan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) bisa kembali turun.
"BI rate yang rendah diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Apalagi, perbaikan defisit neraca berjalan Indonesia diperkirakan masih berlanjut," kata Guntur Tri. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya