Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan rumah susun sederhana sewa bagi masyarakat khususnya nelayan berpenghasilan rendah di Sibolga, Sumatera Utara.
"Rumah susun sederhana sewa merupakan salah satu dari program pemerintah membangun satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Masih banyak rusunawa lain yang akan dibangun di beberapa daerah," kata Basuki.
Ia mengatakan pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Sibolga dilatarbelakangi pesatnya perkembangan kota tersebut sebagai salah satu pintu gerbang wilayah barat Sumatera Utara.
Akibatny,a kota itu mengalami tingginya kebutuhan hunian dan munculnya pemukiman padat layak tak layak huni, utamanya kawasan nelayan perkotaan yang mencapai 240 hektar.
Dalam rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Kota Sibolga 2011-2031, penanganan permukiman kumuh dan penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Kota Sibolga menjadi tanggung jawab pemerintah, yang salah satunya pembangunan rusunawa.
"Mengingat Rusunawa ini nantinya menjadi aset pemda maka sangat diharapkan kerja sama Pemkot Sibolga dapat memelihara dan mengelola aset Rusunawa dengan baik dan tepat sasaran," kata Basuki.
Menteri mengatakan bantuan pembangunan perumahan yang diberikan pemerintah pusat bersifat simultan, sehingga diperlukan dukungan anggaran dari pemda serta partisipasi aktif masyarakat mewujudkan pembangunan perumahan menyeluruh.
Selama 2010-2014, kata Basuki, pemerintah pusat membangun perumahan di Sumatera Utara dengan total Rp728,02 miliar (Rp425,62 miliar oleh Kementerian Perumahan Rakyat dan Rp302,397 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum). (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026