- Ketua DPP PKB Daniel Johan menyatakan di Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026, bahwa penentuan menteri adalah hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
- PKB menerima informasi dari Istana bahwa rencana perombakan kabinet atau reshuffle bersifat terbatas untuk mengisi posisi yang kosong.
- PKB berharap menteri baru memahami bidang tugasnya dan meminta Presiden mempertimbangkan suara serta harapan masyarakat.
Suara.com - Jelang isu reshuffle kabinet, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memilih tak ikut larut dalam perdebatan soal latar belakang calon menteri yang akan dipilih Presiden Prabowo Subianto.
Sikap itu disampaikan PKB merespons dorongan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar Prabowo lebih mengutamakan sosok profesional untuk mengisi kursi menteri, tanpa harus berasal dari partai politik. Ketua DPP PKB Daniel Johan menegaskan, urusan siapa yang masuk atau keluar dari kabinet sepenuhnya berada di tangan Prabowo.
"Reshuffle merupakan hak prerogatif penuh Presiden dalam menentukan siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan, semua keputusan sepenuhnya berada di tangan Bapak Presiden," kata Daniel kepada awak media di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Dengan begitu, bagi PKB, latar belakang partai politik maupun profesional bukan persoalan utama. Yang terpenting, keputusan akhir berada di tangan Presiden.
PKB juga mengaku sejauh ini belum melihat adanya sinyal bahwa reshuffle akan dilakukan secara besar-besaran. Daniel menyebut informasi yang diterima dari Istana mengarah pada reshuffle terbatas, terutama untuk mengisi posisi yang saat ini kosong.
"Soal kemungkinan posisi lain ikut berubah, sejauh ini sinyal dari Istana menyebut reshuffle ini sifatnya terbatas, sekadar mengisi jabatan yang memang sedang kosong," ujarnya.
Namun, Daniel tidak menutup kemungkinan Prabowo melakukan perubahan pada posisi lain di kabinet. Menurutnya, jika Presiden nantinya memutuskan melakukan perubahan di luar jabatan yang kosong, keputusan tersebut tetap menjadi kewenangan Prabowo.
"Tapi tentu itu juga bagian dari hak prerogatif Presiden, sehingga kita serahkan sepenuhnya penilaian dan pertimbangan siapa dan kapan waktunya," sambungnya.
Meski menyerahkan sepenuhnya keputusan reshuffle kepada Prabowo, PKB tetap memiliki harapan terhadap sosok yang nantinya dipercaya menduduki kursi menteri.
Baca Juga: Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Solusi Efisiensi atau Malah Berisiko?
Daniel mengatakan menteri baru harus memahami bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Ia juga meminta suara masyarakat ikut menjadi pertimbangan Presiden dalam menentukan pilihan.
"Tentu kita berharap sosok yang mengisi memahami betul bidang tugasnya, dan suara-suara dan harapan masyarakat penting juga untuk dijadikan pertimbangan," ujarnya.
Sebelumnya, PKS mendorong agar Prabowo mempertimbangkan sosok profesional dalam melakukan reshuffle kabinet. Dorongan tersebut muncul di tengah isu perubahan sejumlah posisi menteri di pemerintahan Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jelang Reshuffle, PKB Serahkan Sepenuhnya Pilihan Menteri kepada Prabowo
-
Beyond the Search Bar! Runtuhnya Berhala Metrik, Munculnya Ekosistem Jurnalisme Tanpa Sekat
-
20 Ucapan Selamat Hari Pramuka Bahasa Inggris dan Artinya
-
Lagi Kurang Fit, Mahalini Tetap Tampil Totalitas di Bangor Fest Vol 4 Bawakan 8 Lagu Hits
-
Memaknai Kemerdekaan di Dunia Kerja: Mengapa Gen Z Lebih Memilih 'Work-Life Balance'?
-
Dari Posyandu ke Pariwisata: Bagaimana Kesehatan Jadi Pondasi Desa Wisata Les Buleleng
-
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Mencabut Gelar Bangsawan Menantunya Akibat Perilaku Coreng Kerajaan
-
Warga RI Mulai Cemas! Keyakinan Ekonomi Juli 2026 Turun, Cicilan Malah Naik
-
Budaya Jadi Kunci: Bagaimana Kang Edai Bawa Desa Kemiren Bertumbuh?
-
7 Tanaman Hias yang Cocok di Depan Rumah Menghadap Selatan Menurut Feng Shui