Suara.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan, tidak berdampak besar terhadap biaya produksi listrik.
"Masih lebih besar tahun lalu harganya. Kalau sekarang kan, paling harganya cuma US$50-57 per barel," ungkap Direktur Pengadaan Strategis dan Energi Primer PLN, Amin Subekti, di sela-sela pertemuan dengan peserta lelang pengadaan LNG di Jakarta, Rabu (1/4/2015).
Menurut Amin, harga minyak mentah nasional atau Indonesian Crude Price (ICP) tahun lalu begitu tinggi, yang mencapai sekitar US$110. Harga itu jauh lebih tinggi dibanding ICP saat ini yang tengah mengalami pelemahan.
Amin menuturkan, PLN memang terdampak pelemahan rupiah dalam sebulan terakhir. Namun, dia memastikan jumlahnya tidak signifikan, karena asumsi makro untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 menetapkan Rp12.500.
"Sekarang dolar sekitar Rp13.000. Mudah-mudahan saja segera turun lagi, meski kami belum bisa menghitung totalnya. Nanti hitungannya pada akhir tahun," katanya.
Untuk diketahui, harga minyak mentah nasional merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi besaran tarif listrik untuk 10 golongan pelanggan, selain besaran inflasi dan nilai tukar rupiah. Ke-10 golongan tersebut dikenakan tarif penyesuaian, sehingga membuat tarifnya akan berubah setiap bulan sesuai tiga indikator itu.
Pemerintah sendiri telah menaikkan harga BBM jenis premium khusus penugasan luar Jawa, Madura dan Bali, serta solar sebesar Rp500 per liter, menjadi masing-masing Rp7.300 dan Rp6.900 per liter. Sementara di wilayah Jawa, Madura dan Bali, PT Pertamina (Persero) menetapkan harga harga premium Rp7.400 per liter, dan minyak tanah tetap Rp2.500 per liter.
Kenaikan itu disebut dilakukan atas dasar peningkatan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah dalam periode sebulan terakhir. Adapun PLN juga berencana untuk menetapkan tarif penyesuaian (adjustment tariff) untuk dua golongan pelanggan, yakni 1.300 VA dan 2.200 VA, pada Mei mendatang. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket