Suara.com - Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir memastikan bahwa tarif dasar listrik (TDL) untuk pelanggan 1.300 VA hingga 2.000 VA, tidak akan mengalami kenaikan hingga Desember 2015. Hal itu sejalan dengan kemampuan PLN melakukan efisiensi dalam operasional perusahaan.
"Tarif listrik pelanggan 1.300 VA-2.000 VA serta konsumen rakyat kecil tidak akan dinaikkan. Kalaupun ada penyesuaian, hanya dikenakan kepada pelanggan golongan besar," kata Sofyan, usai menghadap Menteri BUMN Rini M Soemarno, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/4/2015).
Pada kesempatan itu, Sofyan bersama dengan Dirut PT Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto, dan Dirut PT PGN (Persero) Hendi P Santoso, diminta pemegang saham membangun sinergi, agar bisa menjamin harga produksi migas dan tarif listrik kepada masyarakat tidak mengalami kenaikan.
Menurut Sofyan, kunci dari tidak dinaikkannya tarif listrik golongan tertentu tersebut adalah karena kemampuan perseroan menciptakan efisiensi. "Obatnya efisiensi," ujarnya.
Sofyan mencontohkan, di Medan pembangkit PLTU dan PLTG milik PLN sudah berjalan dengan baik, serta ditargetkan akhir April 2015 sudah menghasilkan listrik dengan kapasitas 300 MW dan pada Juni mencapai 800 MW. Pada saat bersamaan, pembangunan transmisi di Buleleng, Bali, diharapkan juga bisa ditarik dan rampung, sehingga PLTU Buleleng sudah bisa mengaliri listrik di wilayah itu.
"PLTU sudah segera beroperasi, sehingga pembangkit tenaga diesel yang menggunakan BBM bisa dimatikan," ujarnya.
Demikian juga PLTU Senipah di Balikpapan, Kalimantan Timur, disebutkan telah beroperasi, sehingga saat ini tidak ada lagi masalah kelistrikan, malah justru pasokannya sudah surplus. Sofyan menambahkan, efisiensi yang diperoleh dari pembangkit di Medan saja, bisa mencapai Rp6-7 triliun per tahun, sedangkan di Bali bisa mencapai Rp3-Rp4 triliun.
"Dengan pengelolaan yang lebih baik, maka secara nasional PLN menargetkan bisa melakukan efisiensi per tahun minimal Rp8-12 triliun. Ini menjadi hal yang mendukung PLN untuk tidak menaikkan tarif listrik, terutama bagi rakyat kecil," ujarnya.
Mantan Dirut PT Bank BRI Tbk ini pun menambahkan, langkah pihaknya untuk melakukan efisiensi agar tarif listrik tidak naik tersebut sudah disampaikan kepada DPR.
"DPR pasti menyetujui. Konstituen DPR itu kan rakyat. Mudah-mudahan tidak ada subsidi lagi, kecuali terjadi kenaikan signifikan harga BBM," ujarnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan
-
Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram