Suara.com - Badan Pemeriksa Keuangan, Selasa (7/4/2015), melaporkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II tahun 2014 kepada DPR dalam sidang paripurna.
Auditor negara tersebut menemukan adanya kerugian negara Rp1,42 triliun.
Ketua BPK Harry Azhar Azis menyampaikan bahwa dalam IHPS kali ini BPK telah memeriksa 651 objek pemeriksaan. Dari situ, BPK mencatat ada 7.950 temuan pemeriksaan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan akan segera menindaklanjuti mengenai laporan BPK yang menemukan 3.293 masalah dengan nilai kerugian Rp14,74 triliun selama semester II-2014, sehingga mengakibat kerugian negara sebesar Rp1,42 triliun.
“Oh jelas saya akan menindaklanjuti temuan BPK tersebut, Presiden Joko Widodo juga pasti akan menyelidiki temuan tersebut,” tutur Sofyan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.
Seperti diketahui, berdasarkan laporan Ketua BPK, potensi kerugian negara senilai Rp3,77 triliun dan kekurangan penerimaan negara senilai Rp9,55 triliun.
Menyoal penerimaan dari sektor perpajakan, lanjut dia, pemerintah saat ini sedang melakukan berbagai upaya agar penerimaan pajak bisa dioptimalkan tentunya dengan sistem perpajakan yang harus memenuhi persyaratan sehingga tidak akan terjadi peluang yang berpotensi merugikan negara.
"Yang pasti dan terpenting, Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan memastikan pajaknya sudah dilakukan secara benar," katanya.
Lebih jauh, dia mengakui untuk data perpajakan memang tidak semua lembaga boleh masuk untuk 'mengorek' data pajak para wajib pajak karena terbentur UU Perpajakan. Namun, ia mengapresiasi kinerja BPK yang terus berupaya memantau dan mengawasi keuangan kementerian.
"Karena kalau semua lembaga boleh masuk ke data individual pajak seseorang, ini kan jadi masalah," katanya.
Berdasarkan IHPS dan Laporan Hasil Pemeriksaan semester II, BPK mengungkapkan 7.950 temuan pemeriksaan yang di dalamnya terdapat 7.789 masalah ketidakpatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan senilai Rp40,55 triliun dan 2.482 masalah kelemahan sistem pengendalian intern (SPI).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik