Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan tembaga (smelter) yang berlokasi di wilayah Timika, Kabupaten Mimika, Papua.
"Ya, kalau soal pembangunan smelter, kami memang masih menunggu Papua dimasukkan dalam kawasan industri yang dicanangkan Presiden Jokowi," kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Jayapura, Papua, Kamis (9/4/2015).
Enembe menyebutkan, terkait pembangunan smelter tersebut, saat ini pihaknya sudah menyiapkan lahan di Pomako, Timika, yang nantinya akan dijadikan kawasan industri. Dia pun menegaskan, apabila Papua masuk dalam kawasan industri yang dikembangkan melalui Keppres, maka Pemprov Papua pun siap merealisasikannya.
"Dengan adanya smelter di Papua, kami harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Timika," ujarnya.
Tidak hanya smelter, Enembe menyatakan, di dalam kawasan indutri itu kelak juga akan dibangun berbagai pabrik yang menunjang keberadaan smelter. Enembe mengaku optimistis dengan hal itu, apalagi karena PT Freeport sebagai perusahaan tambang terbesar di Indonesia, sudah menyatakan kesiapannya untuk menyuplai tembaga ke fasilitas smelter di Timika itu. [Lidya Salmah]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026
-
Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode
-
Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!
-
Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM
-
Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel
-
Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak
-
Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat
-
DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce
-
Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah