Suara.com - Tak jarang, banyak pengusaha yang tidak menyadari betapa pentingnya rapat. Bahkan, gara-gara tidak menghadiri rapat, beberapa pengusaha terpaksa kehilangan peluang bahkan hartanya.
Hal itulah yang dialami Li Hejun, salah satu orang terkaya di Cina. Hejun kehilangan uang senilai 9 miliar Poundsterling atau setara dengan Rp184 triliun hanya karena tidak hadir dalam sebuah rapat.
Hejun tidak bisa menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan perusahaannya, Hanergy, sehingga memunculkan keraguan atas masa depan perusahaannya.
Lansiran Financial Times, mengutip pernyataan juru bicara perusahaan, Hejun "harus mengurus sesuatu" sehingga tidak bisa menghadiri rapat tersebut.
Sayangnya, itu tidak cukup bisa dijadikan alasan, meskipun Hejun adalah orang nomor satu di perusahaan tersebut.
Gara-gara tidak hadir di rapat tersebut, penjualan perusahaan panel surya terbesar di Cina itu merosot tajam. Saham Hanergy Thin Film Power Group di bursa saham Hongkong jatuh 47 persen.
Lansiran Fortune, pascarapat yang berlangsung selama setengah jam itu, hartanya berkurang hingga 9 miliar Poundsterling. (Metro)
Tag
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis