- Sejak 2018 hingga November 2025, pengguna PLTS Atap meningkat 18 kali lipat mencapai 11.392 pelanggan.
- Kapasitas terpasang PLTS Atap mencapai 772,98 MW, berkontribusi mengurangi emisi karbon 1,05 juta ton.
- Pemerintah menetapkan kuota PLTS Atap 3,9 GW dalam RUPTL PLN 2025-2030, dimulai alokasi Desember 2025.
Suara.com - Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap menunjukkan trend yang positif.
Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi ( Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM, mencatatkan sejak 2018 hingga November 2025 jumlah pengguna PLTS Atap meningkat hingga 18 kali lipat.
Plt Direktur Energi Terbarukan Ditjen EBTKE, Hendra Iswahyudi, mengatakan, selain peningkatan pengguna, kapasitas yang terpasang juga meningkat sampai 508 kali lipat.
"Jadi kalau kita hitung sampai November 2025 kapasitas PLTS Atap pelanggan PLN secara nasional mencapai 772,98 MW (megawatt) yang berasal dari 11.392 pelanggan," kata Hendra pada agenda sosialisasi pemasangan PLTS Atap yang digelar di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Adapun 11.392 pelanggan terbanyak berasal dari sektor rumah tangga sebesar 63 persen. Sementara kapasitas terbesar berasal dari 80 persen.
Hendra pun menyebut dengan pertumbuhan penggunaan PLTS Atap berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon.
"Ini semua ya kalau kita kalkulasi 772,98 MW ini, menurunkan emisi bisa sekitar 1 juta 50 ribu ton karbon, saya rasa ini yang kontribusi yang cukup baik untuk menuju target penurunan emisi di 2030," ujar Hendra.
Dengan tingginya animo masyarakat, pemerintah melalui PT PLN Persero telah menetapkan kuota pengembangan PLTS Atap sebesar 3,9 gigawatt (GW).
Hal itu termuat dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2030.
Baca Juga: Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan
Sementara untuk kuota PLTS Atap yang disiapkan untuk 2026 sebesar 485 MW.
Dari total itu, sebesar 304 MW akan dialokasikan bagi pelanggan yang telah masuk dalam daftar tunggu.
"Yang akan diurai secara sistem melalui aplikasi PLN Mobile pada tanggal 25 Desember," ujar Hendra.
Sementara sisanya sebesar 183 MW ditujukan bagi pelanggan baru yang belum masuk daftar tunggu. Pendaftarannya akan dibuka pada 1 Januari 2026 melalui sistem PLN Mobile.
Hendra pun mengingatkan agar para pelanggan baru untuk mengikuti ketentuan yang termuat dalam Peraturan Kementerian ESDM Nomor 2 Tahun 2024 Tentang PLTS Atap terkait dengan jangka waktu pemenuhan dan pemasangannya.
"Kami mengingatkan kembali untuk pelanggan yang sudah mendapatkan kuota dapat memenuhi ketentuan dimaksud," ujar Hendra.
Tag
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Ubah Aturan Kompensasi Bantu Arus Kas Pertamina dan PLN
-
RUPTL 2025-2034 Butuh Rp 3000 Triliun, PLN: Tak Mungkin Dikerjakan Sendiri
-
Tarif Listrik PLN per kWh Periode November Hingga Desember 2025
-
Kementerian ESDM Alokasikan Anggaran Rp 4,35 Triliun untuk PLN
-
Update Tarif Listrik PLN November 2025
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Danantara Berpeluang Genggam Paling Banyak 30% Saham BEI
-
OJK Keluarkan 8 Aksi Reformasi BEI
-
IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi
-
Harga Emas Stabil Hari Ini, Valuasi Alternatif Antam di Bawah 3 Jutaan
-
Profil PT Darma Henwa Tbk (DEWA), Emiten Kontraktor Tambang Grup Bakrie
-
Beda Emerging Market dan Frontier MSCI, Sinyal Bahaya Bagi Pasar Modal
-
Ekonom Bongkar Biang Kerok Lemahnya Rupiah: Aturan DHE SDA Prabowo Terhambat di Bank Indonesia
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN