Suara.com - Hampir semua fraksi dalam rapat paripurna di DPR, Rabu (1/7/2015), setuju untuk membahas lebih lanjut RUU tentang pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan APBN 2014.
Fraksi Golkar setuju, tapi dengan catatan pemerintah dan Bank Indonesia menekan inflasi.
"Pemerintah dan BI harus menekan inflasi. Inflasi bukan sekedar angka, tapi refleksi kesejahteraan masyarakat," ujar anggota Golkar Zulfadhli.
Ia juga meminta pemerintah memaksimalkan pembangunan daerah melalui transfer daerah.
"Transfer ke daerah penting, agar ketimpangan regional dapat diatasi. Agar dapat memaksimalkan pembangunan daerah setelah 15 tahun otonomi daerah saya rasa pembangunan daerah belum maksimal," ujarnya.
Perwakilan dari Fraksi Gerindra Bambang Haryo Sukartono menyatakan Gerindra setuju, tapi dengan catatan pemerintah harus dapat mencapai target perpajakan.
"Saya meminta pemerintah untuk mencapai target perpajakan tahun depan, karena pada laporan APBN 2014 sektor pajak masih jauh panggang dari api," katanya.
Fraksi PKB yang diwakili Cucu Ahmad Syamsurijal juga menyatakan setuju dengan laporan pemerintah. PKB mengapresiasi transparansi pemerintah.
"Saya mengapresiasi laporan tersebut dalam bidang transparansi dibanding APBN sebelumnya," katanya
Sementara perwakilan dari Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhari mengatakan belum bisa mengambil sikap dari laporan pemerintah mengenai realisasi APBN 2014.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Gas Mako Masuk Tahap Implementasi FID, Sinyal Investasi Hulu Migas Kembali Bergairah
-
Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
-
Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD
-
Emiten Properti LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 470 Miliar Sepanjang 2025
-
BEI Umumkan Ketentuan Liquidity Provider Saham, Termasuk Regulasi Free Float
-
BPS: 33 Provinsi Inflasi, Tekanan Terbesar dari Ayam dan Cabai
-
Perang Timur Tengah, Harga BBM RI Bakal Naik Drastis?
-
Purbaya Mau Audit Wajib Pajak Buntut Restitusi Tembus Rp 360 Triliun
-
Kilang Minyak Saudi Aramco Berhenti Beroperasi Usai Kena Serangan Drone
-
Anehnya Emiten Kaesang! Rugi Rp238 M di 2025, Tapi Manajemennya Optimis Kondisi Perusahaan