Suara.com - Dalam uji sampel yang dilakukan Yayasan Lemabaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner yang beredar di pasaran, ditemukan bahwa semua sampel positif mengandung klorin.
Padahal zat kimia ini biasa digunakan sebagai pemutih pada proses produksi kertas, pakaian dan sejenisnya.
Menurut peneliti YLKI, Arum Dinta, penggunaan klorin pada pembalut bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan di organ kewanitaan mulai dari iritasi, gatal, keputihan hingga kanker serviks.
Oleh karena itu YLKI menegaskan bahwa produsen pembalut mengandung klorin telah melanggar UU Perlindungan Konsumen no.8 tahun 1999, pasal 4 karena tidak menyediakan produk yang aman bagi konsumen.
"Perusahaan telah melanggar hak-hak konsumen atas keamanan produk, dan informasi komposisi yang tidak dicantumkan pada beberapa merek pembalut yang kami uji," kata Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI usai konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/7/2015).
Di Indonesia sendiri, lanjut dia, SNI (Standar Nasional Indonesia) pembalut dan pantyliner belum mencantumkan kadar klorin yang diperbolehkan. Sementara FDA, atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat justru merekomendasikan untuk tidak menggunakan klorin sebagai material pembalut atau pantyliner.
"Ini juga merupakan kelalaian pemerintah. Kami sudah menyurati Kemenkes sebagai pihak yang memberikan ijin registrasi. Tapi hingga kini belum ada tanggapan" imbuh Tulus.
Berikut daftar merek pembalut dan pantyliner mengandung klorin yang diuji oleh YLKI.
Pembalut:
1. CHARM, diproduksi oleh PT Uni Charm Indonesia, mengandung kadar klorin 54.73 ppm
2. Nina Anion, didistribusikan oleh PT Panca Talentamas, mengandung kadar klorin 39.2 ppm
3. My Lady, didistribusikan PT Sehat Anugerah Perkasa, mengandung kadar klorin 23.44 ppm
4. VClass Ultra, diimpor oleh PT Softex Indonesia, mengandung kadar klorin 17.74 ppm
5. Kotex, diproduksi oleh PT Kimberly-Clark Indonesia, mengandung kadar klorin 8.23 ppm
6. Hers Protex, diproduksi oleh PT. Multi Duta Sari, mengandung kadar klorin 7.93 ppm
7. Laurier, diproduksi oleh PT. KAO Indonesia, mengandung kadar klorin 7.77 ppm
8. Softex, diproduksi oleh PT Softex Indonesia, mengandung kadar klorin 7.3 ppm
9. SOFTNESS Standard Jumbo Pack, mengandung kadar klorin 6.05 ppm.
Pantyliner:
1. V Class, diproduksi oleh PT Softex Indonesia, mengandung kadar klorin 14.68 ppm
2. Pure Style, diproduksi oleh PT Uni Charm Indonesia, mengandung kadar klorin 10.22 ppm
3. My Lady, didistribusikan PT Sehat Anugerah Perkasa, mengandung kadar klorin 9.76
4. Kotex Fresh Liners, diproduksi oleh PT Kimberly-Clark Indonesia, mengandung kadar klorin 9.66 ppm
5. Softness Panty Shileds, diproduksi oleh PT Softness Indonesia Indah, mengandung kadar klorin 9.00 ppm
6. Carefree Superdry, diimpor Johnson & Johnson Indonesia, mengandung kadar klorin 7.58 ppm
7. Laurier Active Fit, diproduksi PT KAO Indonesia, mengandung kadar klorin 5.87 ppm.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada