Suara.com - Kebangkrutan Negara Yunani di kawasan Benua Eropa membuat kawatir sejumlah negara, termasuk Indonesia. Meski situasi perekonomian Indonesia saat ini melambat, namun diyakini nasib Indonesia tidak separah Yunani.
"Memang berpengaruh secara pasar saham dengan Indonesia, tetapi tidak akan sama nasib dengan Yunani," kata Rektor Universitas Paramadina Firmanzah ketika berdiskusi mengenai efek perekonomian bangkrutnya Yunani terkait dengan Indonesia di Jakarta, Minggu (12/7/2015)
Lebih lanjut ia menjelaskan hal tersebut karena secara fundamental ekonomi dan faktor sumber daya alam Indonesia berbeda dengan Yunani.
"Pengaruh Yunani sekitar 5 persen PDB di Eropa, namun produktivitas Indonesia juga meningkat setiap tahunnya," ucapnya.
Ia mengatakan secara nominal hutang Indonesia besar, namun Indonesia juga mempunyai target produktif dari berbagai sektor.
"Analoginya kan utang Rp100 ribu mahasiswa dan Rp1 juta pegawai kan beda, karena pegawai punya pemasukan yang terhitung setiap bulannya, sedangkan mahasiswa tidak terprediksi, sehingga peminjamannya masih terkendali," tuturnya.
Sementara itu, keterkaitan anjloknya saham di Tiongkok sebesar 30 persen juga bisa berpotensi besar terhadap saham di Indonesia.
"Kasus bangkrutnya Yunani dan anjloknya saham Tiongkok pasti berdampak, rasionya setiap penurunan 1 persen di Tiongkok, bisa 0,4 persen di Indonesia," ujarnya.
Namun, Firmanzah berpendapat tidak akan bisa terulang seperti kasus moneter tahun 1998.
"Pada saat ini Indonesia ekonominya tergolong unik karena terbagi antara sektor formal dan informal, pada informal ini banyak UMKM yang bisa menjadi penyokong perekonimian Indonesia, itu merupakan salah satu faktor penguat," tuturnya.
Ia menyarankan salah satu yang harus diwaspadai adalah proyek pengembangan infrastruktur Indonesia yang terlalu banyak terpusat pada investor Tiongkok.
"Proyek infrastrukur jangan semuanya dari Tiongkok, kita kan Nonblok, bisa dari Amerika atau Eropa, agar tidak berpengaruh banyak bila terjadi skenario terburuk," tukasnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri