Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yakin kalau masyarakat akan memilih bahan bakar baru, pertalite, yang akan diluncurkan oleh PT Pertamina. Menurut dia pertalitebakal jadi pilihan karena kadar otannya yang lebih tinggi dari premium.
“Saya mendukug langkah Pertamina itu. Ini kan tujuannya memberikan BBM dengan kualitas baik kepada masyarakat. Dengan adanya Pertalite, konsumen kan jadi banyak pilihan,” kata Sofyan saat ditemui di kantornya, Kamis (23/7/2015).
Dia juga ak menepis anggapan bahwa keberadaan Pertalite adalah langkah pemerintah menggantikan Premium. Pasalnya, dengan keberadaan Pertalite menjadi langkah awal untuk menuju Standar Euro II yang sejalan denga target pemerintah di Indonesia.
"Sasaran kita memang ke sana (menggantikan Premium). Karena kita mau menerapkan standar Euro II yang dipelopori di kawasan Eropa sana. Jadi nggak ada salahnya kalau kita menawarkan BBM yang lebih baik ke masyarakat,” ungkapnya.
Sofyan menjelaskan, sebenarnya sejak dulu Indonesia berkeinginan melakukan penerapan standar emisi Euro II. Namun, hal tersebut terkendala dengan kualitas BBM yang masih berkadar oktan rendah.
Hal lainnya yang menjadi kendalab adalah refinery (kilang minyak) di Indonesia yang usianya sudah tua dan tidak mampu memproduksi BBM dengan kadar oktan tinggi.
Keberadaan Pertalite, dengan kadar oktan 90, lanjut dia akan menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk mulai menerapkan standar emisi Euro II.
“Kita memang kendalanya karena kilang kita belum siap, jadi masih pakai premium dulu. Nah Pertalite yang akan di launching Pertamina dalam rangka memperbaiki itu," katanya.
Sofyan melanjutkan, apabila kondisi kilang minyak sudah lebih baik, maka BBM jenis Premium kemungkinan besar tidak perlu lagi diberikan kepada masyarakat Indonesia.
Sasaran utamanya, menghapus BBM berkadar oktan rendah atau kurang dari standar minimum, seperti Euro dan standar lainnya.
“Kita tidak memaksa atau mempersalahkan masyarakat mau belu BBM jenis apa. Tapi, kita berharap masyarakat bahwa BBM yang berkadar oktan tinggi lebih baik untuk kendaraan dan terutama lingkungan.” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini
-
Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa
-
Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
-
Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN
-
Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar
-
Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham
-
IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir