Suara.com - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan penurunan laba bersih sekitar 18 persen pada semester I 2015 menjadi Rp8,05 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp9,82 triliun.
"Laba bersih Astra International pada semester pertama menurun, seiring dengan berkurangnya konsumsi domestik, kompetisi di sektor mobil dan melemahnya harga komoditas di Indonesia," kata Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.
Namun, ia mengatakan bahwa meski pemulihan ekonomi belum pasti, bisnis perseroan masih siap menangkap peluang saat momentum pemulihan terjadi dan tetap solid didukung oleh neraca keuangan yang kuat.
Pada semester I 2015, ia mengemukakan bahwa penurunan laba bersih Grup Astra dikontribusi dari seluruh segmen bisnis, terutama dari segmen otomotif dan agribisnis. Laba bersih dari segmen otomotif menurun sebesar 15 persen menjadi Rp3,4 triliun. Sementara Laba bersih dari segmen agribisnis Grup, turun 68 persen menjadi Rp354 miliar.
Sedangkan kontribusi laba bersih dari segmen jasa keuangan menurun 16 persen menjadi Rp2,085 triliun. Segmen infrastruktur, logistik dan lainnya juga turun sebesar 60 persen menjadi Rp68 miliar. Dan, dari segmen teknologi informasi menurun 11 persen menjadi Rp75 miliar.
Sementara untuk segmen alat berat dan pertambangan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar tiga persen menjadi Rp2,05 triliun pada semester I 2015, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesarnya Rp1,99 triliun.
Tercatat, pendapatan bersih konsolidasian Astra International selama semester pertama tahun 2015 sebesar Rp92,6 triliun, turun sembilan persen dibandingkan semester pertama tahun 2014, terutama disebabkan oleh menurunnya penjualan segmen otomotif, agribisnis dan penjualan alat berat.
Secara keseluruhan posisi utang bersih Astra, di luar dari anak-anak perusahaan segmen jasa keuangan, adalah sebesar Rp2,4 triliun, dibandingkan dengan utang bersih sebesar Rp3,3 triliun di akhir tahun 2014. Bisnis jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,3 triliun, dibandingkan dengan Rp45,9 triliun di akhir tahun 2014. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru